GALERI FOTO

Juli 21, 2024

MENTENG NEWS

REPRESENT EVENTS COMPLETELY, POORLY, AND TRUSTED

Bawaslu Riau Mengajak Insan Pers Untuk Bersama- sama Menangkis Berita Hoax Jelang Pemilu 2024

Mentengnews.comPekanbaru – Bawaslu Riau menggelar acara Coffee Morning yang bertajuk “Efektifitas Publikasi dan Pemberitaan Menangkal Informasi Hoax Selama Kampanye Pemilu 2024” di Hotel Royal Asnof, Jalan Tuanku Tambusai Kota Pekanbaru, Selasa (23/01/2024)

Dari pantauan Media ini, acara dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Riau Alnofrizal, SE., M.Ikom, Anggota Bawaslu Riau H. Amiruddin Sijaya, S.Pd., MM., Akademisi dari Universitas Riau Dr. Hasanuddin, Komisioner KPID Riau Mario Abdillah Khair, SH dan sejumlah awak media cetak, elektronik maupun online yang ada di Provinsi Riau.

Acara diawali dan dibuka oleh Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal, dan dalam sambutannya mengatakan terima kasih atas kehadiran dari awak media dan undangan yang hadir dalam acara Coffe Morning,

” Dengan kegiatan ini, kami berharap kepada awak media agar dapat memupuk kebersamaan atau pun sinergitas antara Bawaslu dan Insan pers dalam menyampaikan pemberitaan kepada Masyarakat Riau khususnya masyarakat yang ada di Kota Pekanbaru, serta bersama- sama menciptakan Pemilu yang damai dan menangkal berita hoax selama pemilu 2024 yang sebentar lagi digelar” tegas Alnof.

Hal senada juga dikatakan oleh Anggota Bawaslu Riau H. Amiruddin Sijaya, yang menyebutkan bahwa media harus dapat menyampaikan kepada masyarakat agar pada pelaksanaan Pemilu 2024 supaya menghindari Mony Politik, jangan terpancing Isu Sarah, dan berita Hoax yang tidak tau sumber nya dari mana.

” Media harus bijak menjalankan Fungsi penyiaran dan Masyarakat sipil yang harus berperan aktif sehingga control antara legislatif dan eksekutif berjalan dengan baik. Setiap Norma demokrasi harus ditaati, pemberitaan yang diterbitkan media juga harus berimbang, serta harus membuat pemilih yang cerdas dan partisipatif,”  pungkas H. Amiruddin

Sambutan berikut nya disampaikan oleh Civitas Akademisi UNRI Hasanuddin yang menerangkan tentang Efektivitas publikasi yang ada saat ini jangan sampai Hoax dan jangan sampai terkontaminasi dalam tatanan Demokrasi yang ada di Negara Republik Indonesia.

” Pemberitaan media harus mempunyai unsur pemberitaan yang menangkal informasi hoax, contoh nya siaran pers harus berupa penyampai informasi dan konten melalui media sosial, kordinasi dengan instansi yang terkait dan media harus update perkembangan fakta serta upload konfirmasi berita hoax,” kata Hasanuddin

Lanjutnya,” di Era Disrupsi saat ini harus memberikan Inovasi dan perubahannya berlangsung secara cepat dan masif, teknologi merubah peradaban manusia dari time series menjadi real time, menjadi mudah berkolaborasi dan berbagi dan munculnya lapangan pekerjaan baru,”

” Era Post – truth, Masa dimana masyarakat tidak terlalu peduli lagi dengan kebenaran, Directional motivation yang dominan dalam memilih informasi,” ujar nya

” Fakta objektif/ Hambatan Efektivitas, Minat masyarakat mengikuti publikasi dan pemberitaan rendah, tampilan tidak menarik, hanya sedikit platform media, sosialisasi program kurang, sarana dan prasarana pendukung kurang,” pungkas Hasanuddin.

Lebih lanjut dirinya menyebutkan bahwa Tarung bebas dimedia sosial, tidak ada aturan yang membatasi pembuatan pesan atau informasi di platform yang mengarah pada proses penyebaran pesan dan informasi Hoax, Literasi digital sebagai alternatif komplemen, Kultural, Kognitif, Kontruktif, Komunikatif, Bertanggung jawab secara sosial,Dll.

Terakhir, Mario Abdillah Khair, SH, Komisioner KPID Riau juga menerangkan,” Pertumbuhan pers di Riau paling tinggi di Indonesia, berdasarkan catatan jumlah media mencapai 5420, dengan jumlah ini diharapkan Media bisa menangkal berita hoax,”.

” Tujuan, fungsi dan arah penyiaran harus jelas dan tepat serta sesuai dengan UU pers, sehingga Bawaslu dan media dapat menjadi benteng pertahanan terhadap berita palsu yang kerap beredar di kalangan masyarakat jelang Pemilu 2024,” tutupnya

About The Author