🇮🇩✌️Mentengnews.com – Pekanbaru: Disiplin bukan sekadar kata kosong, melainkan pondasi utama yang menjadi landasan setiap pelayanan yang diberikan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau. Melalui kegiatan Apel Pagi yang rutin digelar, pihaknya secara teratur memastikan kesiapan penuh personel, tingkat kerapian yang optimal, serta menyamakan persepsi bersama dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di seluruh wilayah Riau dalam bidang pengaturan lalu lintas.
Acara Apel Pagi ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pemeriksaan kehadiran dan penampilan personel, melainkan juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas antaranggota, meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas, serta menguatkan komitmen bersama dalam mewujudkan Kondisi Aman, Selamat, Tertib, dan Lancar Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga penuh rasa humanis bagi setiap warga dan pengguna jalan di provinsi Riau.
Dalam arahan singkat yang penuh semangat dan makna mendalam, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., secara gamblang menguraikan arahan utama yang harus menjadi pegangan setiap personel Polantas Riau:
Pertama, tentang disiplin sebagai dasar kerja.
“Mari kita awali setiap tugas dengan jiwa disiplin yang tinggi. Disiplin bukan hanya soal datang tepat waktu atau berpakaian rapi, tetapi juga soal komitmen untuk menjalankan setiap peraturan dengan konsisten dan bertanggung jawab. Tanpa disiplin, segala upaya kita untuk memberikan pelayanan baik akan sia-sia.”
Kedua, tentang sikap dan tampilan profesional.
“Sikap dan tampang yang baik serta profesional adalah wajah kita sebagai Polisi Lalu Lintas di hadapan masyarakat. Setiap gerakan, setiap kata, dan setiap penampilan kita mencerminkan integritas institusi. Kita harus menjadi contoh yang bisa dipercaya dan mengharumkan nama Polri.”
Ketiga, tentang niat melayani dan menjadi solusi.
“Mari kita selalu bawa niat suci untuk melayani masyarakat. Jadilah anggota Polisi Lalu Lintas yang tidak hanya menjalankan tugas secara mekanis, tetapi hadir sebagai solusi bagi setiap permasalahan lalu lintas yang dihadapi masyarakat. Kita harus mampu memberikan solusi yang tepat, cepat, dan penuh rasa empati.”
Keempat, tentang memberikan rasa aman dan menjadi teladan.
“Tugas kita tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memberi rasa aman yang nyata bagi seluruh pengguna jalan. Selain itu, kita harus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam berlalu lintas – mulai dari mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan alat pelindung diri, hingga menghargai hak pengguna jalan lain.”
Beliau juga menambahkan bahwa arahan ini harus diterapkan secara konsisten di setiap tingkat tugas, dari pos pamong praja hingga pos pengaturan lalu lintas di seluruh wilayah Riau, guna menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih baik bagi semua pihak.
(Rls)







