Negara Belum Hadir Dalam “Konflik” Tanah ulayat Eks Lahan Perkebunan PT. Torganda, Tokoh Masyarakat Adat Rantau Kasai di “Kriminalisasi”.

Terpopuler1666 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comRiau: Keadilan Atau Adanya Kepentingan !!!, Masyarakat Dan Para Tokoh Adat Melayu Wilayah Rantau Kasai Meminta NEGARA Hadir dan Netral Menyikapi Hal ini.

Perjuangan Masyarakat Adat Rantau Kasai terhadap Tanah ulayat Eks Lahan Perkebunan PT.Torganda dan adanya Dugaan kriminalisasi terhadap para tokoh Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai bukan lagi sekadar isu Semata..

Seluruh Elemen masyarakat yang Tergabung dalam Masyarakat Hukum Adat (MHA) Melayu Rantau Kasai menyatakan sikap tegas terhadap perjuangan untuk mempertahankan tanah ulayat bukan merupakan Tindak Pidana, melainkan upaya menjaga hak dan marwah adat seperti yang dijamin Oleh Undang-Undang.
Minggu (05/04/2026)

Terhadap dugaan intimidasi terhadap Para Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai hingga terjadinya insiden pembakaran pos jaga di wilayah tanah ulayat yang secara terang-terangan dialkukan oleh Kelompok-kelompok yang diduga digerakkan Oleh Pihak PT.APN untuk kepentingan aktivitas Perusahaan tersebut

Kuasa hukum dari Firma Hukum Adil yang dipimpin Andri Hasibuan S.H., M.H, yang didampingi Yasir Arafat Caniago S.H., M.H, Devi Ilhamsyah S.H, Ahmad Nurdin S.H, dan Theo Manta S. Milala S.H menjelaskan jika saat ini ditengah upaya perjuangan untuk mempertahankan hak tanah ulayat Persukuan Melayu Rantau Kasai, tekanan terhadap masyarakat adat disebut semakin nyata dan Masif dilakukan, Ujar Andri.

Dalam situasi yang semakin memanas ini, Kuasa Hukum Persukuan Masyarakat Adat Melayu Rantau Kasai memastikan tidak akan tinggal diam dan akan menempuh langkah-langkah hukum lanjutan yang tengah dipersiapkan sebagai bentuk perlawanan terhadap Tindakan-tindakan upaya kriminalisasi yang terang-benderang dirasakan oleh Kliennya, tegasnya

Selanjutnya, Kuasa Hukum menjelaskan Saat ini Polda Riau dinilai tidak menunjukkan Sikap Profesionalisme dalam menyikapi dan menangani perkara ini, sehingga Menjadi Pertanyaan Serius bagi Kami keberadaan Polri Saat ini selaku bagian dari Catur Wangsa dalam Pilar Penegakan Hukum Di Indonesia

Kami berharap Perlu ada perhatian Khusus dari Kapolri dan Kompolnas serta publik nasional, agar proses Kriminalisasi hukum terhadap Klien Kami dapat dihentikan serta penanganan terhadap Laporan-laporan Kami dapat ditanggapi secara adil dan tidak menjadi alat kepentingan pihak tertentu. Sambung Andri.

Kasus ini kini menjadi perhatian sekaligus penanda bahwa konflik Agraria dan perlindungan masyarakat adat masih menyisakan persoalan serius dalam praktik penegakan hukum di Indonesia.”ujar Andri.

Ket foto:

(Tim/ED/Red)

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *