🇲🇨✌️Mentengnews.com – Dumai: Lembaga Harapan Masyarakat Bersatu (LHMB) menggelar audiensi bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Dumai beserta jajaran Kepala Bidang (Kabid), pada jum’at/23 Januari 2026, bertempat di Kantor Dinas Kominfo Kota Dumai.
Audiensi ini membahas persoalan maraknya akun-akun media sosial milik tempat usaha hiburan malam yang dinilai menampilkan konten tidak layak, seperti pakaian terbuka dan aksi yang bertentangan dengan norma kesopanan serta nilai budaya masyarakat Dumai. Konten tersebut dinilai dapat mencoreng citra dan wajah Kota Dumai di ruang publik digital.
Humas LHMB menyampaikan keprihatinan atas lemahnya pengawasan terhadap aktivitas promosi usaha hiburan malam di media sosial. Menurut LHMB, konten-konten tersebut tidak hanya mudah diakses oleh masyarakat umum, termasuk anak-anak dan remaja, tetapi juga berpotensi merusak moral generasi muda serta bertentangan dengan visi Kota Dumai sebagai kota yang beradab dan berbudaya.
“Kami meminta agar Dinas Kominfo dapat berperan aktif dalam melakukan penertiban dan pengawasan terhadap akun-akun media sosial tempat hiburan malam yang menampilkan konten tidak pantas. Ini demi menjaga marwah dan citra Kota Dumai,” ujar Panglima LHMB dalam audiensi tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kota Dumai menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh LHMB. Ia menegaskan bahwa Kominfo berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait konten digital yang melanggar etika, norma kesusilaan, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami akan melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Satpol PP dan instansi terkait, untuk menindaklanjuti akun-akun media sosial yang terbukti melanggar. Penertiban ini penting agar ruang digital Dumai tetap sehat dan beretika,” ungkap Kepala Dinas Kominfo.
Audiensi tersebut ditutup dengan harapan adanya sinergi berkelanjutan antara LHMB dan Pemerintah Kota Dumai dalam menjaga ketertiban, etika, serta citra positif Kota Dumai, baik di dunia nyata maupun di ruang digital







