🇮🇩✌️Mentengnews.com – Purworejo — Kegaduhan mencuat setelah pemberitaan media online terkait dugaan temuan hewan “mirip lintah” dalam menu MBG memicu reaksi keras dari kalangan wali murid. Salah satu orang tua siswa SMP Negeri 2 Purworejo, yang enggan disebutkan namanya, mengaku terkejut sekaligus geram saat mengetahui sekolah anaknya menjadi lokasi peristiwa tersebut. Rabu 29 /04 / 2026
“Terus terang saya kaget. Setelah membaca berita itu, saya langsung tersadar bahwa itu terjadi di sekolah anak saya sendiri. Ini bukan hal sepele,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia menilai insiden tersebut sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengelolaan makanan yang seharusnya memenuhi standar higienitas ketat. Menurutnya, kejadian yang muncul hanya beberapa hari setelah program berjalan justru memperlihatkan lemahnya pengawasan dan kesiapan pihak penyelenggara.
“Ini sangat ceroboh. Baru beberapa hari sudah muncul kejadian seperti ini. Artinya ada yang tidak beres dari awal, baik dari proses pengolahan, distribusi, maupun pengawasan,” tambahnya.
Meski demikian, ia memberikan apresiasi terhadap peran media yang mengangkat kasus ini ke publik. Ia menegaskan bahwa fungsi kontrol sosial yang dijalankan wartawan sangat penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
“Saya sangat mendukung teman-teman media. Justru ini harus terus diangkat. Media adalah kontrol bagi masyarakat. Kalau tidak diberitakan, bisa jadi hal seperti ini dianggap biasa,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyatakan protes keras terhadap dugaan adanya kontaminasi tersebut dan mendesak agar investigasi dilakukan secara menyeluruh tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Saya protes keras. Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Jangan sampai ada pembiaran. Harus diusut tuntas, dan kalau ada pihak yang lalai, harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga berharap kasus ini tidak berhenti sebagai pemberitaan sesaat, melainkan terus dikawal hingga ada perbaikan nyata.
“Mohon ini terus digas. Jangan berhenti di sini. Kami sebagai orang tua butuh jaminan bahwa anak-anak kami aman, bukan malah jadi korban kelalaian,” Pungkasnya. ( Surjono )







