🇮🇩✌️Mentengnews.com – Pekanbaru – Aktivis Kampus Universitas Abdurrab Kukuh Elhakim bersama Aliansi Gerakan Mahasiswa 13 Mei Melawan melaksanakan audiensi sekaligus Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Ketua DPRD Provinsi Riau guna membahas persoalan pemerataan infrastruktur pendidikan di berbagai wilayah Provinsi Riau.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa sebagai representasi suara rakyat dengan pemangku kebijakan daerah terkait ketimpangan disektor pendidikan yang hingga kini masih menjadi persoalan serius.
Dalam forum tersebut, Aktivis Abdurrab menyoroti masih adanya infrastruktur pendidikan yang masih belum dikatakan layak untuk dijadikan tempat proses belajar mengajar.
Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan hingga akses pendidikan yang belum merata menjadi perhatian utama yang disampaikan kepada pimpinan legislatif Provinsi Riau. Berbagai kondisi tersebut dinilai menjadi hambatan besar dalam menciptakan sumber daya manusia Riau yang unggul dan kompetitif.
Aktivis Kampus Universitas Abdurrab menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara yang tidak boleh dibatasi termasuk dari infrastruktur pembangunan.
Tidak seharusnya terdapat perbedaan kualitas pendidikan antara masyarakat di perkotaan dan mereka yang berada di wilayah tertinggal dan terluar.
“Kami hadir bukan sekadar menyampaikan kritik, melainkan membawa keresahan masyarakat mengenai ketidakmerataan infrastruktur pendidikan di wilayah Provinsi Riau.
Pendidikan harus menjadi alat pemerataan, bukan justru memperlebar jurang ketimpangan sosial,” ujar Kukuh Elhakim aktivis kampus Abdurrab dalam forum RDP tersebut.
Mahasiswa juga mendorong adanya langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Riau bersama DPRD untuk memperkuat kebijakan pemerataan pendidikan, mulai dari pembangunan infrastruktur sekolah yang layak, peningkatan kualitas pendidikan di daerah tertinggal dan terlur, hingga optimalisasi anggaran pendidikan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Bagi Aktivis Kampus Universitas Abdurrab, perjuangan terhadap isu pendidikan bukan hanya bentuk kepedulian sosial, melainkan bagian dari implementasi nilai dan visi kampus abdurrab sendiri, yakni “Selamatkan Generasi Melalui Pendidikan.”Mahasiswa menilai bahwa menyelamatkan generasi di negeri ini tidak selalu dimulai dari hal besar, melainkan dari keberanian memastikan setiap anak bangsa memperoleh hak pendidikan yang setara, berkualitas, dan berkeadilan. Sebab negeri yang kuat lahir dari pendidikan yang tidak meninggalkan siapa pun.
Ketua DPRD Provinsi Riau dalam kesempatan tersebut menyambut baik aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan menegaskan komitmennya untuk menjadikan isu pendidikan sebagai perhatian bersama demi menciptakan pemerataan pembangunan sumber daya manusia di Bumi Lancang Kuning.
Aktivis Kampus Universitas Abdurrab menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam isu pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial sebagai agen perubahan.
Sebab, masa depan Riau tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata, melainkan oleh sejauh mana negara mampu memastikan seluruh anak bangsa memperoleh pendidikan yang adil, layak, dan setara.







