🇮🇩✌️Mentennews.com – Dumai: Hingga beberapa hari pasca kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Ombak Kota Dumai, publik masih menunggu langkah tegas dan pernyataan resmi dari Kepala Imigrasi Kota Dumai terkait keterlibatan salah satu pegawainya dalam insiden yang menewaskan dua orang warga tersebut.
Peristiwa tragis itu menjadi sorotan masyarakat karena kendaraan yang digunakan disebut merupakan mobil dinas milik kantor Imigrasi yang diduga menggunakan plat nomor palsu. Mobil tersebut dikabarkan dikendarai oleh pegawai Imigrasi berinisial RS saat kecelakaan terjadi pada waktu subuh, ketika para korban sedang dalam perjalanan menuju pasar.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat Kota Dumai. Hingga kini, penanganan kasus tersebut terus menjadi perhatian publik yang meminta adanya keterbukaan serta penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Panglima Laskar Hulubalang Melayu Bersatu (LHMB) Kota Dumai, Wan Ade Syahputra, turut angkat bicara terkait persoalan tersebut. Ia menyayangkan sikap Kepala Imigrasi Dumai yang dinilai masih bungkam dan belum memberikan komentar terbuka kepada masyarakat mengenai kejadian tersebut.
Menurut Wan Ade Syahputra, sikap diam tersebut memunculkan kesan seolah ada upaya melindungi pelaku penabrakan yang telah menyebabkan hilangnya nyawa masyarakat kecil yang hendak mencari nafkah di pasar pada waktu subuh.
“Kami sangat menyayangkan sampai hari ini belum ada sikap terbuka dari Kepala Imigrasi Dumai. Publik berhak mengetahui bagaimana pertanggungjawaban terhadap penggunaan fasilitas kantor yang berujung menelan korban jiwa,” ujarnya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional, termasuk menelusuri dugaan penggunaan kendaraan dinas dengan plat nomor palsu serta memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum.
Menurutnya, kasus ini bukan hanya soal kecelakaan lalu lintas biasa, namun juga menyangkut tanggung jawab moral dan institusi terhadap masyarakat yang menjadi korban.
Masyarakat Kota Dumai saat ini terus menantikan langkah konkret dari pihak Imigrasi maupun aparat penegak hukum agar kasus tersebut dapat diselesaikan secara adil. Desakan agar Kepala Imigrasi Dumai segera memberikan klarifikasi resmi juga terus bermunculan di media sosial dan berbagai kalangan masyarakat.
Publik berharap proses hukum berjalan secara terbuka tanpa adanya perlindungan terhadap oknum tertentu, sehingga rasa keadilan bagi keluarga korban dapat benar-benar ditegakkan.







