🇮🇩✌️Mentengnews.com – Pekanbaru: Komandan Batalyon Arhanud 13/PBY, Letkol Arh Irfan Wibowo, S.A.P., M.A., memimpin Upacara Bendera yang dirangkaikan dengan Tradisi Anggota Pindah Satuan serta Upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) dari Dinas Keprajuritan TNI AD di Lapangan Upacara Mayonarhanud 13/PBY, Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam pembinaan personel sekaligus penegakan disiplin di lingkungan Batalyon Arhanud 13/PBY.
Dalam amanatnya, Letkol Arh Irfan Wibowo menegaskan bahwa perpindahan personel merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi TNI Angkatan Darat yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui regenerasi dan pengembangan pengalaman penugasan.
Menurutnya, mutasi atau perpindahan satuan bukan sekadar perpindahan tempat tugas, melainkan kesempatan bagi prajurit untuk memperluas wawasan, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan kontribusi terbaik di lingkungan tugas yang baru.
“Perpindahan satuan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dimaknai sebagai peluang untuk mengembangkan kemampuan dan memperkaya pengalaman pengabdian,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, satuan juga melaksanakan Upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) secara in absentia terhadap Prada Muhammad Egy Husnul Fachrozy Sembiring.
Danyon Arhanud 13/PBY menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui proses yang panjang, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum serta peraturan militer yang berlaku.
Ia menyebutkan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga citra, kehormatan, dan marwah TNI sebagai alat pertahanan negara.
Lebih lanjut, seluruh prajurit diingatkan untuk senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.
Ia juga menegaskan bahwa satuan tidak akan memberikan toleransi terhadap berbagai pelanggaran berat yang dapat merusak nama baik institusi, seperti desersi, penyalahgunaan narkoba, tindak pidana asusila, maupun pelanggaran hukum lainnya.
“Setiap prajurit harus mampu menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan dengan mematuhi aturan serta menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Danyon Arhanud 13/PBY mengajak seluruh prajurit menjadikan setiap dinamika organisasi sebagai sarana introspeksi dan pembelajaran untuk terus meningkatkan disiplin, loyalitas, profesionalisme, serta kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti seluruh personel Batalyon Arhanud 13/PBY.







