Revit SMPN 3 Kampung Rakyat Labusel Diduga Pakai Besi 4mm Tak SNI, 4 dari 5 Bangunan Slayer Bergelombang

Hukum & Kriminal688 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.com – Labuhan Selatan: Dugaan akal-akalan proyek Revitalisasi 5 RKB SMPN 3 Kampung Rakyat, Desa Teluk Panji II, Kec. Kampung Rakyat, Labusel makin telanjang. Setelah sebelumnya diduga pakai kuda-kuda baja lama, kini terbongkar dugaan penggunaan besi tidak SNI untuk cincin rangka balok pinggang.

Fakta ini diakui langsung oleh Kepala Tukang, Oding, pada Kamis, 22 Oktober 2026 di lokasi proyek.

“Untuk cincin balok pinggang pakai besi 4mm, biar kerikil bisa masuk, memang seharusnya 6 atau 8mm” aku Oding di depan tim pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Padahal, sesuai standar SNI untuk balok struktural pinggang / ring balok, besi cincin atau sengkang minimal menggunakan besi 8mm. Menggunakan besi 4mm yang notabene besi kawat atau besi tidak ber-SNI untuk struktur adalah sunat spesifikasi yang membahayakan.

Besi 4mm tidak punya kekuatan geser untuk mengikat tulangan utama balok. Akibatnya fatal: balok mudah retak, tidak mampu menahan beban atap, dan dalam jangka panjang mengancam keselamatan siswa.

BUKTI VISUAL: 4 BANGUNAN SLAYER MIRING, ATAP TAK PRESISI

Temuan di lapangan menguatkan dugaan itu. Dari 5 bangunan yang direnov total, 4 diantaranya tampak cacat konstruksi.

Slayer (lisplang / tepi atap) terlihat bergelombang, atap seng tidak lurus, tidak presisi, dan bergelombang di bagian tepi. Ini bukan soal tukang kurang rapi, ini dampak struktural.

Diduga ini akibat dari kuda-kuda rangka baja lama yang tidak dibongkar, hanya disisip untuk gantungan baut plafon pvc, lalu dipaksa menahan atap baru. Rangka lama yang sudah melengkung dan tidak siku membuat dudukan atap ikut miring dan bergelombang.

Kondisi ini terlihat jelas di foto investigasi tim. Puing-puing bongkaran plafon dan keramik masih berserakan di halaman, sementara bangunan yang diklaim “renov” hasilnya miring.

Bukti Lapangan – Slayer Bergelombang dan Atap Tidak Lurus:
MODUS SUNAT BERJENJANG

Pola dugaan penyimpangan kini makin jelas dan berjenjang:

Kuda-kuda: Diduga pakai rangka lama, hanya disisip untuk gantungan plafon pvc.
Besi Struktur: Diduga pakai besi 4mm tak SNI untuk cincin balok pinggang, Bagaimana bisa menahan dinding bangunan yang sudah banyak retak atau patah ? seharusnya 8mm SNI
Hasil Akhir: Slayer bergelombang, atap tidak lurus.

Ini bukan renov total. Ini bedak tebal di atas keropos.

Dengan anggaran Rp. 554.663.337 untuk 5 RKB, publik berhak bertanya: kemana selisih anggaran besi 8mm SNI dan rangka baja baru?

Tanggung jawab penuh ada di P2SP yaitu Kepsek Nur Adli. Jangan berlindung di balik swakelola.

KEJAGUNG HARUS TURUN, JANGAN DIKHIANATI

Tujuan mulia Revitalisasi program Presiden Prabowo Subianto untuk sekolah layak dan aman, jangan sampai dikhianati oknum P2SP di daerah.

Tim mendesak:

Kejaksaan Agung RI memerintahkan Kejati Sumut dan Ditreskrimsus Polda Sumut untuk segera memeriksa dan mengaudit total proyek Revitalisasi SMPN 3 Kampung Rakyat.

Periksa RAB, periksa nota pembelian besi, ukur diameter besi cincin yang terpasang, dan audit kuda-kuda atap, agar semua terang benderang tidak menjadi asumsi liar publik.

Jangan tunggu bangunan ambruk baru bertindak.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *