Gawat,,!! Diduga Ada Gratifikasi di Balik Maraknya PETI Kuantan Hilir, Pembakaran Rakit Hanya Seremonial, Ini Ada Apa?

Hukum & Kriminal1776 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comKuantan Singingi – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Kuantan Hilir kembali menuai polemik. Kali ini, muncul dugaan serius yang menyeret aparat penegak hukum setempat. Sabtu 31 Januari 2026.

Polsek Kuantan Hilir melalui Kapolsek dan Kanit Reskrim diduga melakukan tindakan pembakaran rakit secara pura-pura. Dugaan tersebut mencuat setelah adanya informasi dari narasumber yang menyebutkan bahwa pembakaran beberapa unit rakit diduga hanya dijadikan formalitas untuk menaikkan nilai dugaan setoran bulanan.

Menurut pengakuan narasumber, setiap rakit PETI di wilayah tersebut diduga menyetor uang sebesar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per bulan. Jika benar jumlah rakit mencapai ratusan unit, maka nilai uang yang beredar dari aktivitas ilegal tersebut dinilai sangat besar.

“Kalau dikalikan ratusan rakit, angkanya sudah sangat fantastis,” ungkap narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Polemik ini menimbulkan dugaan bahwa lancarnya aktivitas PETI di Kuantan Hilir tidak terlepas dari adanya praktik gratifikasi, sehingga kegiatan ilegal tersebut tetap berjalan tanpa penindakan maksimal.

Sementara itu, diketahui bahwa rakit yang dibakar pada Jumat siang, 30 Januari 2026, merupakan milik seorang warga bernama Syamsir. Pembakaran tersebut kini menjadi sorotan publik dan memicu pertanyaan terkait konsistensi penegakan hukum terhadap PETI di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Kuantan Hilir belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Kuantan Hilir maupun Kanit Reskrim guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan resmi.

Kasus ini diharapkan mendapat perhatian serius dari pimpinan Polri serta aparat pengawas internal, agar penegakan hukum terhadap PETI dapat berjalan transparan, adil, dan bebas dari praktik-praktik yang mencederai kepercayaan publik.

(Tim)

 

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *