Keluarga Pasien Minta Pertanggung Jawaban Pihak RS. Harapan Hati Duri atas Pelayanan Dokter yang Kurang Baik, kini Pasien Bertambah Parah

Polri1794 Dilihat

🇲🇨✌️Mentengnews.comBengkalis: Terkait Pelayanan Dokter yang kurang baik dan lambatnya layanan medis di Rumah Sakit (RS) Permata Hati, yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Duri, Kabupaten Bengkalis. Akibat dari pelayanan yang dinilai tidak prosedural ataupun tidak Profesional dari pihak dokter yang bertugas di RS. Permata Hati, mengakibatkan kondisi kesehatan pasien menurun. Kamis (8/1/2026)

Hal ini dialami oleh dua orang pasien laki-laki, yakin  bernama Agustinus dan Elizeri Lagahu.

Kepada awak media, salah satu pasien yang bernama Agustinus (50 Tahun), menerangkan bahwa dirinya pertama kali masuk ke RS. Permata Hati, pada tanggal 22 (Senin) dan pulang pada tanggal 24 (Rabu) Desember 2025 yang lalu. Pada saat di RS. dirinya melakukan operasi dibagian sekitar perut, yang menangani operasi tersebut yaitu Dr. Fauzan, SPBU sedangkan Dokter IGD, yaitu Dr. Ayu.

“Awalnya saya dibawa keruang operasi untuk melakukan operasi (malam hari) keesokan harinya pihak dokter datang dan mengatakan kepada Saya bahwa keadaan Saya sudah sembuh dan disarankan oleh Dokter untuk pulang”, ungkap Agustinus.

Kemudian, Dokter tersebut mengatakan kepada saya bahwa dirinya lah ( Dokter Fauzan) yang melakukan operasi kepada saya, dan saya disarankan untuk pulang, walaupun kondisi saya sendiri masih merasakan sakit pasca operasi, ujar Agustinus kepada awak media.

Pada waktu itu sempat terjadi perdebatan, bahwa saya mengatakan kepada Dokter, kondisi kesehatan saya masih sakit atau belum sembuh, akan tetapi lagi lagi sang Dokter menyebutkan bahwa saya sudah sembuh dan sudah bisa pulang, padahal saya masih merasakan ngilu di bagian yang di operasi.

Lebih lanjut Agustinus mengatakan bahwa setelah dirinya memeriksa ulang hasil operasi, bertapa Shok dan kagetnya saya, karena di dalam tubuh saya masih ada tanah dan rumput, ini artinya sewaktu dokter melakukan operasi, tidak melakukan pembersihan, bahkan didalam tubuh (area yang dioperasi) belum dijahit.

Saat ini terpantau oleh awak media kondisi kesehatan Agustinus kurang baik dan Agustinus mengalami trauma yang mendalam pasca operasi.

Hal serupa juga dialami oleh pasien laki-laki yang bernama Elizeri Lagahu, dirinya mendapat pelayanan kesehatan yang kurang baik di RS. Permata Hati, sebelum dirinya dirawat setelah mengalami luka serius dibagian kepala dan  jari tengah nya terputus.

Terkait hal tersebut, Keluarga Agustinus, yang bernama Deni Warsito meminta pertanggung jawaban dari pihak RS. Permata Hati atas kelalaiannya dari Dokter Fauzan dan Dokter Ayu.

Menurut Deni Warsito, Pelayanan pasien di RS. Harapan Hati, Duri, sangat buruk, hal ini menunjukkan lemahnya tata kelola layanan kesehatan di RS. tersebut.

Ia menyoroti tiga akar masalah utama yang ada di RS. Harapan Hati yaitu pelayanan Dokter yang dianggap tidak prosedural, lemahnya manajemen rumah sakit, serta ketimpangan dalam pelayanan kepada pasien yang harus di prioritaskan, kata Deni Warsito yang juga berprofesi sebagai wartawan dan tergabung di organisasi Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau, dengan jabatan Ketua OKK.

“Pelayanan kesehatan di RS. Permata Hati, tidak baik-baik saja. Banyak pasien datang untuk sembuh, tapi justru tambah parah. Seharusnya RS. Permata Hati mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesembuhan bagi para pasien, serta tanggung jawab moral pasien, Kata Deni.

Untuk itu, Saya mewakili keluarga atau pun masyarakat yang mengalami hal serupa, berharap kepada pihak terkait, agar mengevaluasi kinerja Dokter dan mengevaluasi manajemen RS. Harapan Hati, agar kedepannya pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih baik lagi.

Dan kami juga berharap agar pihak-pihak yang terlibat dalam melakukan operasi keluarga kami diberi sangsi yang tegas atas pelayanan kesehatan yang kurang baik terhadap keluarga Kami, tutup Deni.

Sampai berita ini diterbitkan, awak media ini belum dapat mengkonfirmasi pihak RS. Harapan Hati, Duri, awak media ini akan berusaha terus melakukan konfirmasi ke pihak RS. Harapan Hati, agar pemberitaan selanjutnya lebih berimbang dan tidak tendensius.

Bersambung……

(Red/Tim)

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *