BALAPATISIA Gelar Unjuk Rasa di Kanwil Bea Cukai Riau, Desak Ungkap Dalang 160 Juta Batang Rokok Ilegal

Terpopuler2661 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comPekanbaru: Barisan Lantang Para Aktivis Indonesia (BALAPATISIA) menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau, Senin (2/2/2026).

Aksi ini merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana dijamin UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

Aksi berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB, dengan melibatkan sekitar 50 orang massa.

Peserta aksi terlebih dahulu berkumpul di sebuah minimarket di seberang lokasi, sebelum bergerak menuju Kantor Wilayah DJBC Riau di Jalan Jenderal Sudirman No. 467, Pekanbaru.

Massa membawa sejumlah atribut aksi, seperti spanduk, karton tuntutan, pengeras suara, bendera, dan ikat kepala.

BALAPATISIA menyoroti kasus temuan 160 juta batang rokok ilegal tanpa pita cukai yang ditemukan di Gudang Avian, Kota Pekanbaru.

Nilai barang tersebut diperkirakan mencapai Rp399,20 miliar dengan potensi kerugian negara sekitar Rp213,76 miliar.

Dalam pernyataan sikapnya, BALAPATISIA mendesak Kantor Wilayah Bea dan Cukai Riau untuk mengungkap secara transparan dan terbuka identitas pemilik rokok ilegal tersebut.

Massa juga mempertanyakan lambannya penanganan perkara serta menduga adanya kejanggalan dalam proses penindakan.

Selain itu, BALAPATISIA meminta Pemerintah Republik Indonesia dan kementerian terkait untuk turun langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran Bea Cukai Riau, termasuk melakukan audit total terhadap kinerja dan integritas institusi tersebut.

Mereka juga mendesak agar dalang, pemilik, serta jaringan pengusaha rokok ilegal segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Dalam tuntutan lainnya, BALAPATISIA mendesak Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya, untuk membuka hasil audit kinerja DJBC Riau kepada publik, memanggil dan memeriksa seluruh pejabat tinggi di lingkungan Kanwil Bea Cukai Riau, serta mencopot pejabat yang dinilai gagal mengungkap pelaku utama kasus tersebut.

Massa juga meminta Menteri Keuangan turun langsung ke Riau untuk membongkar kasus ini secara menyeluruh.

BALAPATISIA turut mendesak Presiden Republik Indonesia agar memberikan instruksi tegas untuk membenahi struktur Bea Cukai di Riau, melakukan audit menyeluruh, serta menindak tegas setiap pelanggaran hukum yang ditemukan.

Menurut BALAPATISIA, pengungkapan kasus 160 juta batang rokok ilegal tersebut bukanlah sebuah prestasi, melainkan cerminan kelalaian serius dan dugaan krisis integritas di tubuh DJBC Riau.

Mereka menilai, apabila pengawasan berjalan optimal, rokok ilegal dalam jumlah besar tidak mungkin masuk dan ditimbun di wilayah Riau.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan I, Alvieres Haloho, menegaskan bahwa BALAPATISIA tidak akan berhenti melakukan aksi.

“Tangkap mafia rokok ilegal di Riau. Kami tidak akan berhenti dan akan terus melakukan aksi demonstrasi,” teriaknya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan II, Dicky Pratama, mendesak Menteri Keuangan RI untuk bertindak tegas terhadap jajaran Bea Cukai Riau.

Koordinator Umum aksi, Cep Permana Galih, menyatakan BALAPATISIA akan terus menggelar aksi lanjutan hingga tuntutan mereka dipenuhi.

BALAPATISIA menegaskan aksi tersebut berlangsung damai dan konstitusional sebagai bentuk kepedulian publik terhadap maraknya praktik perdagangan ilegal yang dinilai merugikan negara dan mencederai wibawa penegakan hukum di Provinsi Riau.

Sumber: Rls/PaluKeadilanNews

 

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *