Terbongkar,,!! Seorang Oknum PNS Bernama Rohom Diduga Kuat Terlibat Dalam Bisnis PETI Ilegal di Pasaman, APH Setempat Sampai Tak Berkutik

TNI2685 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comPasaman: Setelah sebulan Roni Irawan alias Rohom mengaku sebagai pelaku tambang emas ilegal dan berhenti menjalankan aktivitas haram tersebut Uli 2025, kini sebuah rekaman yang menyebut secara jelas keterlibatannya di bisnis itu bocor ke publik. Minggu (15/2/2026)

Seseorang yang diduga HR membeberkan bahwa pemain tambang emas ilegal sebenarnya bukanlah masyarakat. Roni Irawan alias Rohom yang merupakan PNS aktif di salah satu dinas memiliki peran sebagai penentu seseorang bisa melakukan tambang emas di wilayah Pasaman.

‎”Waktu kami musyawarah terkait tambang ini dengan ninik mamak, sebenarnya orang luar tidak boleh masuk. Khusus untuk di tambang ini, tidak boleh masuk orang luar kalau dibuka tambang ini. Kecuali direkomendasikan Rohom. Sudah kutanya si Rohom, Gak grup kita itu. Waktu itu harus rekomendasi Rohom, baru boleh masuk orang luar,” terang orang itu.

Sebagai penduduk luar, Roni Irawan alias Rohom bisa mengatur dan menyediakan alat-alat untuk menambang emas ilegal karena telah dijamin oleh orang dengan inisial HR tersebut.

“‎Karena waktu itu dibuka tambang ini, ditutup balik, terus dibujuk orang itu aku untuk dibuka balik. Pokoknya keputusannya di sini tidak boleh masuk orang luar. Untuk wilayah Sumpadang ini tidak boleh masuk orang luar karena masih ada yang mampu di sini seperti yang dibilang datuk itu.

Kalau Rohom pula, tolong masukkan alatku katanya. Ya dimasukkan karena kawan saya, grup saya. Karena ada kesepakatan waktu itu di sini. Ada pula orang yang mampu di sini mengelolanya. Waktu itu ada masuk alat orang lain di sini DLG, tapi diusir orang itu. Gak ada hak awak untuk mengusir orang ini, tentu itu urusan datuk dan pemuda-pemudanya. Untuk aku, tidak ada hak melarangnya. Kalau Rohom, mengapa bisa masuk ke sini, karena dia satu grup denganku. Alat dia alatku, alatku alat dia. Ada orang yang mampu di sini mengelolanya. Kalau perlu alat seratus, kita adakan seratus,” jelasnya.

Iapun melanjutkan bahwa dalam bisnis tambang ilegal emas ini, telah ada kesepakatan yang melibatkan masyarakat juga tokoh adat dengan memberi bagian sebesar 7%.

‎”Waktu itu kan tambang ini kan sudah tutup, dipanggil orang itu balik. 7 persen bagian ninik mamak dan masyarakat. Jadi dipanggil orang itu aku supaya berjalan tambang ini karena gini nya, masih ada orang mampu di sini mengelolanya.Tidak boleh di sini masuk orang luar, sanggupnya kalian itu, kubilang. Kalau alasannya Rohom, Rohom kan alat dia alatku juga,” tutupnya.

Sementara itu, Praktisi Hukum dan Aktivis Fahrul Rozi Harahap menyebut bahwa rekaman yang bocor ini telah menjadi satu bukti kuat bagi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta karena disinyalir menutupi fakta kasus Nenek Saudah.

Mulai dari kronologi kasus yang tidak masuk akal, tidak ditangkapnya tersangka lain yang melakukan tindak percobaan pembunuhan terhadap nenek Saudah, tidak dipersoalkan masalah tambang emas ilegal sebagai pemicu perkara hingga aksi lobi-lobi ke Kementerian ESDM guna mendorong disahkannya lokasi tambang emas yang ilegal.

“Ada rekaman yang bocor ke publik membeberkan masalah tambang emas ilegal di Pasaman. Ternyata disebut ada keterlibatan Rohom, masyarakat dan ninik mamak dapat 7%. Sementara kasus nenek Saudah tidak tuntas. Saya pikir ini bukti kuat Kapolri mencopot Kapolda Sumbar. Periksa juga Kapolda Sumbar tersebut, apa memang terlibat dalam tambang emas ilegal ini,” cecar Fahrul Rozi Harahap.

(Rls/Tim)

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *