Miris,! Gudang Elisa Exvedisi Langgar Aturan Masyarakat di Kecamatan Payung Sekaki

"‎Dugaan Gudang Exvedisi Elisa Langgar Aturan di kecamatan Payung Sekaki"

Hukum & Kriminal1696 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comPekanbaru: Miris,!Aktifitas gudang elisa ekspedisi jasa angkutan barang telah melanggar aturan dan merusak jalan umum dan keluhan masyarakat di kecamatan Camat Payung Sekaki

‎Polmemik terjadi diakibatkan tidak mematuhi UU lalu lintas dan angkutan jalan, dimana mobil ekspedisi milik Sitohamg bertonase besar tetap nekad melintasi jalan pemukiman masyarakat, hal itu akan mengakibatkan jalan lingkungan tidak bertahan lama.

‎Masyarakat sekitar baru saja menikmati jalan yang baru diaspal dan cukup lama rusak, oleh sebab itu mesti saling menjaga agar tidak rusak kembali.

‎Ada dugaan pemilik ekspedisi melawan atau tidak mengindahkan aturan yang telah dibuat, informasi yang diterima dilapangan, pemortalan dipasang bersama Dishub kota Pekanbaru, Forkopincam Payung Sekaki dan masyarakat, agar tidak boleh dilewati kendaraan bernotase besar.

‎Setelah dilakukan pemasangan portal, diduga membangkang, mobil ekspedisi pun melintas masuk melalui jalan Fajar, sikap pemilik gudang ekspedisi yang diduga tidak bermasyarakat tersebut menjadi perhatian tim media dan masyarakat.

‎Dimana yang seharusnya, mobil bernotane besar tidak masuk ke jalan lingkungan masyarakat, namun yang harus dilakukan melansir barang bawaan dari jalan besar menggunakan mobil pickup untuk masuk ke gudang.

‎Salah satu warga saat dikonfirmasi mengatakan, ini jalan sudah lama rusak dan baru saja diaspal untuk dinikmati masyarakat dan untuk kendaraan kecil, jika yang lalu lalang kendaraan bernotase besar, mana lah tahan jalan ini, sebentar aja bisa rusak lagi ni jalan,” ucapnya geram. Sabtu (28/2/26).

‎Untuk itu, tim media mendatangi gudang ekspedisi milik Sihotang bermaksud hendak meminta konfirmasi terkait keluhan masyarakat, namun bukannya jawaban yang di terima, tim media diusir oleh kepala gudang yang menganggap dirinya berkuasa.

‎Dari sikapnya, kepala gudang menganggap kedatangan kami seperti kedatangan preman yang mau menganggu aktivitas di gudang ekspedisi milik Sihotang.

‎Selanjutnya tim media meminta konfirmasi Camat Payung Sekaki, Yurikha Herian Danni, S.STP., M.Si. Dikatakannya, kita juga telah memberi himbauan kepada seluruh pelaku usaha agar saling menjaga dalam hal penggunaan jalan.

‎Namun jika masih ada juga pelaku usaha yang tidak mengindahkan himbauan dari kecamatan, terkait larangan kendaraan bernotase besar dalam penggunaan Jalan masyarakat, itu akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait seperti dinas perhubungan dan pihak kepolisian,” ucapnya.

‎Kita selaku pihak kecamatan cukup bersukur juga jalan yang selama ini banyak mengalami kerusakan akhirnya mulus juga, untuk itu kita menghimbau kepada masyarakat agar saling menjaga agar jalan yang kita gunakan saat ini tidak mengalami kerusakan lagi,” jelasnya.

‎Menanggapi hal itu, Pimpinan BASMI Riau, Fadli merasa geram atas sikap arogan kepala gudang yang mengusir rekan media untuk melakukan konfirmasi terkait polemik dari masyarakat.

‎Kita minta Camat Payung Sekaki dan Instansi terkait untuk mengambil sikap tegas, beri sanksi tegas jika perlu cabut izin usahanya,” sebutnya.

‎Pengusaha yang memiliki gudang di lingkungan masyarakat harusnya bisa bermasyarakat dan pikirkan juga kepentingan masyarakat, bukan sekedar mencari keuntungan pribadi.

‎Jika hal ini terus dibiarkan, pastinya sangat berdampak buruk dan akan menimbulkan keributan, guna menghindari terjadinya keributan, untuk itu kita minta kepada pihak atau dinas terkait jangan ditunda-tunda lagi, segera lakukan tindakan tegas dan terukur, beri sanksi tegas jika perlu cabut izin usahanya,” tutupnya. Tim

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *