🇮🇩✌️Mentengnews.com – Pekanbaru: Tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau dan Polresta Pekanbaru akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap seluruh pelaku pembunuhan berencana yang menewaskan seorang nenek bernama Dumaris Boru Sitio (60 tahun) di wilayah Kecamatan Rumbai.
Hasil kerja keras tim gabungan ini akhirnya menjawab sudah segala keprihatinan dan kemarahan masyarakat Pekanbaru terhadap aksi pembunuhan keji yang terencana sekaligus disertai pencurian yang dilakukan oleh empat (4) orang pelaku.
Pada Konferensi Pers, Minggu (03/05/2026) di Polresta Pekanbaru yang dihadiri langsung oleh pimpinan tinggi Polda Riau dan Polresta Pekanbaru diantaranya Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Pol M. Hasyim Risahondua, S.I.K., M.Si, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, S.I.K., M.H. Serta didampingi oleh Kasubdit Jatanras Polda Riau, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, seluruh tim penyidik, awak media, dan keluarga korban.
Kronologi singkat, pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan para pelaku pada 30 April hingga 1 Mei 2026. Dua tersangka, yakni AF dan SL, diamankan di wilayah Aceh Tengah. Sementara dua lainnya, E alias I dan L, ditangkap di Kota Binjai.
Sebelumnya, korban ditemukan tewas oleh suaminya, Salmon Mena, pada Rabu (29/4) siang dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan bersimbah darah di dalam rumah.
Dari hasil Rekaman kamera pengawas (CCTV) mengungkap kronologi kejadian. Para pelaku diketahui datang menggunakan mobil berwarna hitam. Seorang wanita yang diduga AF masuk lebih dulu ke halaman rumah, diikuti seorang wanita lain dan dua pria.
Saat itu, korban terlihat dari cctv keluar dari dalam kamar dan membuka pintu rumah. Sebelum dibunuh dua (2) orang pelaku perempuan sempat mengobrol dengan korban dan terlihat ada hubungan dekat. Situasi mulai tidak terkendali saat satu (1) orang laki-laki datang tiba-tiba dengan membawa sebuah balok kayu langsung menyerang korban dengan cara membabi buta kearah bagian kepala hingga korban tidak berdaya dan akhirnya meninggal dunia.
Kapolresta Pekanbaru, Muharman Arta, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi rasa sakit hati pelaku terhadap korban.
“Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sakit hati karena selama tinggal bersama korban sering dimaki dan dimarahi,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (03/05/2026).
Selain faktor emosional, polisi juga menemukan adanya motif ekonomi dalam kasus tersebut. Para pelaku diduga ingin menguasai barang berharga milik korban.
“Motif lainnya adalah ekonomi, karena pelaku ingin menguasai harta korban,” tambahnya.
Sementara Kombes Pol M. Hasyim Risahondua, S.I.K., M.Si.(Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau) dalam paparannya menjelaskan, “Awalnya, motif mereka adalah untuk mencuri. Mereka sudah melakukan survei dan memetakan rumah korban berhari-hari sebelumnya untuk mengetahui kebiasaan dan situasi lingkungan.”
“Saat beraksi, mereka menggunakan modus, berpura-pura datang sedang ditagih untuk pembayaran ojek online, saat itu korban langsung menolak dan akhirnya situasi pun berubah menjadi pembunuhan yang sangat keji dan brutal yang dilakukan oleh pelaku SL hingga korban meninggal dunia.”
Sementara pelaku AF bertindak sebagai otak yang mengatur strategi dan dua (2) pelaku lainnya bertugas membantu menjalankan aksinya,” jelas Kombes Hasyim.
Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua, agar selalu tetap waspada dan bersikap baik, jangan sampai sikap dan perilaku yang kita lakukan membuat orang-orang sekitar kita merasa terhina dan tersakiti yang akhirnya memicu dendam yang diluar batas akal sehat kita.
Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan dan proses penyidikan masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
(Rls/RW)













