🇮🇩✌️Mentengnews.com – Boyolali – Pemandangan berbeda terlihat dalam pengerjaan pembukaan jalan desa di Dusun Bawang, Desa Kauman, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Selasa (05/05/2026). Di tengah terik matahari dan medan tanah yang cukup berat, sejumlah ibu-ibu turut ambil bagian, mengayunkan cangkul dan membantu proses pembangunan dengan penuh semangat.
Kehadiran para perempuan yang sebagian sudah tidak muda lagi ini menjadi bukti nyata tingginya antusiasme warga dalam mendukung Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Kodim 0724/Boyolali. Mereka bahu-membahu bersama anggota TNI dan warga lainnya demi terwujudnya akses jalan yang lebih baik bagi desa mereka.
“Saya hanya ingin punya jalan bagus sekaligus membantu bapak-bapak tentara yang membangun jalan untuk kami,” ungkap Ibu Sumini, salah satu warga yang turut terlibat langsung di lokasi. Baginya, apa yang dikerjakan hari ini bukan sekadar kerja fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.
Menurutnya, jalan yang sedang dibangun nantinya akan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, bahkan hingga anak cucu mereka. Oleh karena itu, ia merasa sudah menjadi kewajiban bersama untuk ikut berkontribusi dalam proses pembangunannya. “Ini demi desa kami, demi jalan kami,” tambahnya dengan penuh semangat.
Program TMMD di wilayah tersebut tidak hanya menyasar pembangunan jalan, tetapi juga talud dan berbagai fasilitas desa lainnya. Bagi warga, proyek ini menjadi simbol harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperlancar aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., menegaskan bahwa partisipasi aktif warga, khususnya para ibu, menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan dalam program ini. “TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun rasa kebersamaan, kepedulian, dan memiliki terhadap desa,” ujarnya.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Dusun Bawang menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada tenaga, tetapi juga pada hati dan kebersamaan. Di balik cangkul sederhana para ibu, tersimpan harapan besar akan masa depan desa yang lebih baik.
(Agus Kemplu)













