🇮🇩✌️Mentengnews.com – Pekanbaru: Upaya penyelundupan narkotika melalui jalur udara kembali digagalkan petugas gabungan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Sebanyak 919 gram sabu dan 1.653 butir pil ekstasi berhasil diamankan sebelum dikirim ke Sulawesi Selatan.
Pengungkapan dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari personel TNI AU dan Aviation Security (Avsec) Bandara SSK II saat melakukan pemeriksaan kargo, Selasa (19/5/2026).
Barang haram tersebut diketahui disembunyikan di dalam tangki sepeda motor yang telah dikemas rapi untuk mengelabui petugas. Paket itu rencananya akan dikirim ke Kota Makassar menggunakan jalur ekspedisi udara.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, mengatakan paket mencurigakan itu terdeteksi saat proses pemeriksaan rutin di area kargo.
“Sekitar pukul 05.00 WIB petugas menemukan satu paket yang mencurigakan. Kemudian dilakukan pemeriksaan bersama dan dipastikan di dalam paket tersebut terdapat narkotika jenis sabu dan pil ekstasi,” ujar Abdul Haris.
Paket tersebut diketahui akan dikirim menggunakan maskapai Lion Air dengan rute transit melalui Yogyakarta sebelum menuju Makassar.
Menurut Abdul Haris, pelaku diduga sengaja memanfaatkan jalur transit untuk mengelabui sistem pengawasan petugas.
Meski barang bukti berhasil diamankan, hingga kini petugas masih memburu pihak yang terlibat dalam pengiriman tersebut. Identitas beserta alamat pengirim disebut telah dikantongi aparat.
“Kita sedang telusuri. Untuk barang bukti kita serahkan ke BNNP Riau,” katanya.
Terbongkarnya modus penyelundupan tersebut menunjukkan jalur udara masih menjadi salah satu pilihan pelaku narkotika dalam mengedarkan barang haram.
Karena itu, pengawasan di area bandara, termasuk jalur pengiriman kargo, dipastikan akan semakin diperketat.
Abdul Haris mengungkapkan, sepanjang 2025 petugas telah menggagalkan penyelundupan 22,022 kilogram sabu, 5,32 kilogram ganja, serta ratusan butir ekstasi dan obat terlarang lainnya di Bandara SSK II.
Sementara hingga Mei 2026, pengungkapan narkotika telah mencapai 5,327 kilogram sabu dan 2,292 kilogram ganja. Untuk pil ekstasi, jumlah temuan meningkat hingga 1.653–1.999 butir atau melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Kami akan kembali memperketat pengawasan, termasuk pengiriman melalui kargo. Kami juga berkoordinasi dengan jasa ekspedisi agar ikut meningkatkan pengawasan terhadap paket yang dikirim sehingga jalur udara tidak menjadi pilihan bagi pelaku narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Yoko Harianto, menegaskan pihaknya terus memaksimalkan sistem pengawasan, baik melalui pemeriksaan manual maupun alat pemindai X-ray.
“Petugas Aviation Security di area kargo bekerja sesuai prosedur. Jika ada barang mencurigakan dari hasil X-ray, langsung kami koordinasikan dengan instansi terkait,” pungkasnya.(*Red)













