Aksi Demonstrasi “Revolusi Indonesia Emas”, HMI Cabang Pekanbaru Sukses Duduki dan Sampaikan Tuntutan di Dalam Gedung DPRD Provinsi Riau

Terpopuler689 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comPekanbaru: 19, Juni 2026— Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau.

Mengusung jargon “Revolusi Indonesia Emas”, gerakan ini membawa rapor merah dan sederet tuntutan krusial terkait arah masa depan bangsa dan isu strategis daerah.

Sempat diwarnai ketegangan dan saling dorong di depan gerbang, barisan hijau-hitam ini menolak untuk hanya ditemui di luar gedung.

Berkat negosiasi yang alot dan konsistensi massa aksi, barikade pengamanan akhirnya terbuka. Massa HMI Cabang Pekanbaru berhasil masuk dan menduduki ruang sidang utama DPRD Provinsi Riau untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.

Poin-Poin Tuntutan “Revolusi Indonesia Emas”
Di hadapan dan di sambut anggota Dewan Komisi 1 DPRD Provinsi Riau yang menemui massa di dalam ruangan,
Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru Diki Maulana, menegaskan bahwa narasi “Indonesia Emas” tidak boleh hanya menjadi jualan politik kosong, melainkan harus dijemput dengan evaluasi total atau “revolusi” di berbagai sektor.

Berikut adalah poin-poin tuntutan utama yang berhasil diserahkan dan ditandatangani bersama:

1. Menuntut Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar dilaksanakan secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan tidak menjadi instrumen pemborosan anggaran negara.
2. Menolak praktik pemborosan anggaran negara yang tidak disertai tata kelola yang jelas serta mendesak pemerintah untuk memprioritaskan sektor pendidikan, khususnya peningkatan kesejahteraan Guru Honorer di seluruh Indonesia.
3. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia mencabut kebijakan kenaikan harga BBM, khususnya Pertamax, yang semakin membebani rakyat di tengah melemahnya daya beli masyarakat.
4. Menolak Revisi Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia yang berpotensi memperluas kewenangan secara berlebihan dan mengancam prinsip demokrasi, negara hukum, serta supremasi sipil.
5. Menolak segala bentuk Dwi Fungsi TNI-POLRI yang bertentangan dengan semangat reformasi dan berpotensi mengganggu kehidupan demokrasi di Indonesia.
6. Mendesak Evaluasi tata pelayanan infrastruktur dan fasilitas yang ada di rumah sakit.
7. Mengecam Tindakan intimidasi, diskriminasi dan pengawasan aparat terhadap Aktivis, Jurnalis serta serta Masyarakat sipil.
8. Mendesak Optimalisasi pengelolaan hutan dan lingkungan hidup yang berkelanjutan demi keseimbangan ekologi, dan iklim.
9. Mendesak Pengesahan UU Rampas Aset yang sudah terlalu lama hanya membasi di dalam
Jalannya Aksi: Tertib Namun Menekan
“Kami datang bukan untuk berwisata, kami datang membawa jeritan masyarakat Riau dan masyarakat Indonesia yang sedang dipertaruhkan.
Jika DPRD Riau tidak mampu menjadi penyambung lidah kami ke pemerintah pusat, maka fungsi representasi itu telah mati!” teriak koordinator lapangan 1 dan 2, M. Rizal al Hafis dan Kumuh El hakim di atas pengeras suara.
Setelah tuntutan dibacakan satu per satu di dalam gedung parlemen, DPRD Provinsi Riau akhirnya menandatangani pakta integritas yang disodorkan oleh HMI Cabang Pekanbaru.

Pihak DPRD yang di sambut Andi Darma Taufik anggota DPRD Provinsi Riau Komisi l berjanji akan segera meneruskan poin-poin “Revolusi Indonesia Emas” ini ke tingkat pusat dan menjadikannya agenda prioritas dalam rapat kerja daerah.

Aksi yang dimulai sejak siang hari ini akhirnya bubar dengan tertib menjelang petang. Keberhasilan HMI Cabang Pekanbaru menembus dan menyampaikan tuntutan langsung di dalam gedung DPRD Riau menjadi simbol bahwa gerakan mahasiswa di Bumi Lancang Kuning masih menjadi motor penggerak perubahan yang solid dan diperhitungkan.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *