KAMMI Komisariat Ibnu Batutah UNRI Soroti Dampak Kenaikan Dolar terhadap Perekonomian Masyarakat Riau.

Hukum & Kriminal1740 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comPekanbaru: Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk aktivis mahasiswa. Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Ibnu Batutah Universitas Riau menilai bahwa pelemahan rupiah berpotensi memberikan dampak yang cukup besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di Provinsi Riau.

Aktivis KAMMI Komisariat Ibnu Batutah UNRI, Arijal, menyampaikan bahwa menguatnya dolar AS tidak hanya memengaruhi sektor perdagangan internasional, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Kenaikan harga barang impor, bahan baku industri, hingga kebutuhan pokok yang memiliki ketergantungan terhadap pasar global berpotensi meningkatkan biaya hidup masyarakat.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang harus menanggung kenaikan biaya produksi.

Kami melihat bahwa kenaikan dolar dapat memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Harga barang dan jasa berpotensi meningkat, sementara pendapatan masyarakat belum tentu mengalami kenaikan yang sebanding. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kelompok masyarakat yang rentan.

Provinsi Riau sebagai daerah yang memiliki aktivitas ekonomi yang cukup bergantung pada sektor ekspor dan impor juga tidak terlepas dari dampak fluktuasi nilai tukar.

Di satu sisi, sektor ekspor tertentu dapat memperoleh keuntungan dari menguatnya dolar, namun di sisi lain biaya operasional dan kebutuhan impor juga mengalami peningkatan.

KAMMI Komisariat Ibnu Batutah UNRI juga mendorong pemerintah untuk memperkuat sektor ekonomi domestik, meningkatkan produktivitas industri lokal, serta memperluas peluang usaha berbasis sumber daya daerah agar ketergantungan terhadap produk impor dapat dikurangi. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi perlu terus dilakukan.

Kami menilai pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada pernyataan bahwa fundamental ekonomi masih kuat. Pemerintah harus mampu menghadirkan langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pelemahan rupiah yang berkepanjangan merupakan sinyal bahwa terdapat tantangan serius yang harus segera direspons melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Bank Indonesia sendiri telah mengambil berbagai langkah untuk menjaga stabilitas rupiah, termasuk kebijakan suku bunga dan intervensi pasar guna menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

KAMMI Komisariat Ibnu Batutah UNRI berharap seluruh pemangku kebijakan dapat bersinergi dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Dengan kebijakan yang tepat dan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan dampak negatif dari kenaikan dolar dapat diminimalisir sehingga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.

Oleh karena itu, KAMMI Komisariat Ibnu Batutah Universitas Riau menuntut Pemerintah Provinsi Riau untuk Mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di seluruh wilayah Riau dan juga Mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam Riau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya menjadi komoditas ekspor semata.
Sebagai gerakan mahasiswa yang memiliki peran kontrol sosial, kami akan terus mengawal kebijakan pemerintah dan menyuarakan aspirasi rakyat.

Kami percaya bahwa stabilitas ekonomi bukan hanya diukur dari angka-angka makroekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, bukan sekadar memberikan narasi optimisme tanpa solusi yang nyata.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *