🇮🇩✌️Mentengnews.com – Batam ||Penanganan kasus dugaan penganiayaan dan perundungan (bullying) terhadap seorang balita berusia 2 tahun di Playgroup Djuwita oleh Polda Kepulauan Riau (Kepri), kini diwarnai kekecewaan mendalam dari pihak keluarga korban.
Kekecewaan tersebut diarahkan langsung kepada Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Pangkalpinang, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus (Romo Paschal), yang dinilai bertindak tidak adil dan menutup mata terhadap penderitaan korban demi membela pihak institusi sekolah.
Pihak keluarga korban menilai, sebagai tokoh yang selama ini dikenal publik sebagai pembela kemanusiaan dan hak-hak anak, Romo Paschal seharusnya berada di garda terdepan dalam menyuarakan keadilan bagi anak di bawah umur yang tidak berdaya. Namun, dalam realitas kasus ini, sikap yang ditunjukkan justru dinilai sebaliknya.
”Kami sangat terluka melihat ketidakadilan ini. Bagaimana mungkin seorang pastor dan aktivis kemanusiaan yang konon membela kaum lemah, justru memilih berpihak dan membela manajemen Sekolah Djuwita? Di mana hati nurani beliau sebagai pemuka agama ketika melihat anak sekecil itu, baru berumur 2 tahun, harus mengalami trauma berat dan dugaan kekerasan dari oknum guru?” ungkap kuasa hukum keluarga korban dengan nada kecewa di Batam Andrizal, S.H., Kamis (25/6/2026).
Pihak keluarga menegaskan bahwa fokus utama dalam persoalan ini seharusnya adalah pemulihan psikologis korban dan penegakan hukum bagi pelaku, bukan malah memprioritaskan perlindungan terhadap nama baik atau kepentingan sepihak dari lembaga pendidikan. Keberpihakan sepihak yang ditunjukkan ini dianggap telah mencederai rasa keadilan dan nilai kemanusiaan universal yang sering digaungkan oleh institusi Gereja.
Kasus ini sendiri saat ini tengah bergulir di Ditreskrimum Polda Kepri setelah orang tua korban resmi melayangkan laporan terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak. Penyidik kepolisian dilaporkan sedang mendalami bukti-bukti, termasuk hasil visum dari phisikiater.
Hingga berita ini diturunkan, jurnalis masih terus berupaya menghubungi Romo Paschal dan pihak Kuria Keuskupan Pangkalpinang untuk meminta klarifikasi serta memberikan hak jawab resmi terkait tudingan keberpihakan dan ketidakadilan sikap yang dikeluhkan oleh pihak keluarga korban tersebut.
(Rls/PH)













