“Daripada Bangun Sekolah Baru, Rio Kasairy Minta Pemprov Riau Kembangkan Kelas E-Learning”
🇮🇩✌️Mentengnews.com — Pekanbaru: Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Provinsi Riau, H. Rio Kasairy, S.Sos, menilai sudah saatnya Pemerintah Provinsi Riau mulai mempersiapkan transformasi pendidikan berbasis digital melalui pengembangan kelas E-Learning di tingkat SMA Negeri.
Menurut Rio, perkembangan teknologi informasi harus dimanfaatkan sebagai solusi atas persoalan klasik yang setiap tahun terjadi, yakni keterbatasan daya tampung SMA Negeri dibandingkan jumlah lulusan SMP yang terus meningkat.
“Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan pembangunan gedung sekolah baru sebagai satu-satunya solusi. Di tengah kondisi anggaran yang terbatas, pemerintah perlu menghadirkan terobosan yang lebih efektif dan efisien. Salah satunya melalui pengembangan kelas E-Learning atau blended learning yang memadukan pembelajaran tatap muka dan daring,” ujar Rio Kasairy.
Rio mengatakan, penerapan kelas digital tidak hanya mampu memperluas akses pendidikan, tetapi juga dapat menghemat anggaran daerah yang selama ini terserap untuk pembangunan ruang kelas baru, pengadaan fasilitas belajar, hingga biaya operasional sekolah.
“Anggaran yang ada bisa dialihkan untuk peningkatan kualitas guru, penguatan jaringan internet sekolah, bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, serta pengembangan teknologi pembelajaran. Ini akan jauh lebih bermanfaat dalam jangka panjang,” katanya.
Selain mendorong pengembangan kelas E-Learning, Rio juga mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Riau mempertimbangkan peningkatan status SMA Handayani menjadi SMA Negeri.
“Sepengetahuan saya, aset gedung dan lahan SMA Handayani merupakan milik Pemerintah Provinsi Riau yang saat ini pengelolaannya berada di bawah Yayasan Dharma Wanita Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Jika memang status asetnya milik pemerintah daerah, tentu ini menjadi peluang yang patut dikaji untuk meningkatkan status sekolah tersebut menjadi SMA Negeri,” ujarnya.
Menurut Rio, langkah tersebut dapat menjadi solusi yang lebih cepat dibandingkan membangun sekolah baru dari nol yang membutuhkan proses panjang serta anggaran yang besar.
“Untuk membangun SMA Negeri baru tentu membutuhkan perencanaan, pembebasan lahan, pembangunan fisik, penyediaan sarana prasarana, hingga rekrutmen tenaga pendidik. Semua itu memerlukan waktu yang tidak singkat dan biaya yang cukup besar. Sementara kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan terus meningkat setiap tahun,” jelasnya.
Rio menilai kombinasi antara optimalisasi aset pendidikan yang sudah ada dan pengembangan kelas E-Learning dapat menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan pendidikan di Riau.
“Kita berharap Riau tidak hanya menjadi penonton dalam era digitalisasi. Justru Riau harus berani menjadi pelopor pendidikan digital di Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi dan aset yang telah dimiliki pemerintah daerah, persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri dapat diatasi secara bertahap tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan,” tutup Rio.
Sumber : DPW PWMOI Riau







