🇮🇩✌️Mentengnews.com – Tanjabbar || Terkait hancurnya barak dan Basecamp Gembong Narkoba Jhon Heri Cs. Kepala Desa Pematang Lumut yang vokal menyuarakan agar tidak dipublis dan di viralkan terkait penangkapan demi penangkapan yang terjadi kepada kroni kroninya ditantang melaporkan gerakan Anti Narkoba ke Polres Tanjung Jabung barat,Senin 6 Juni 2026.
Fast Respon Indonesia Center sebuah Persatuan Wartawan Counter Opinion Polri menantang Kepala Desa Pematang Lumut,Pahlawan Siregar jika terusik bisnis haram keluarganya diganggu dan dimusnahkan agar melaporkannya gerakan Rakyat Melawan Narkoba kepada Kepolisian Resort Tanjung Jabung Barat.
“Kami tantang dirimu Pahlawan Siregar jika kami mengusik bisnis haram Jhon Heri yang notabene Gembong Narkoba bersama sama dengan keponakan Kepala Desa Ejak Siregar dan Wawan Siregar sekalian yang notabene keluargamu semuanya”. Ujar Fahmi Hendri dari Fast Respon Indonesia Center Counter Opinion Polri.
Menurut Fahmi “gerakan Anti Narkoba yang kami gagas untuk mengerahkan massa yang besar melawan Narkoba di Desa Pematang Lumut hendaknya mendapat Support positive dari seorang kepala Desa,namun akan tetapi sebaliknya mendapat pertentangan kuat.
Mulai dari saat penghancuran lapak narkoba yang menahan 2 orang kaki tangan Jhon Heri Gembong Narkoba,kepala desa melarang merekam,mempublikasikan,memviralkan dan juga melarang agar jangan dibesar-besarkan, hal ini justru menjadi tanda tanya bagi kami selaku penggagas bersih bersih narkoba di Desa yang beliau pimpin”. Lanjut Fahmi.
“Kami dari Fast Respon Indonesia Center sudah mengantongi keterlibatan dan kedekatan erat dengan kades PAW desa Pematang Lumut yang notabene pernah terjerat Narkoba di wilayah Hukum Polres Tanjabbar tersebut di tahun 2012”.ungkap Fahmi.
“Kami tantang kepala desa Pematang Lumut untuk Test kebohongan,test darah,test rambut dan test urine di Badan Narkotika Nasional Pusat atau laporkan kami dalam hal penyebaran berita Fitnah dan Undang-Undang ITE pencemaran nama baik, kami masyarakat anti narkoba tidak akan takut sedikitpun atas gerombolan Gembong Narkoba !” Ujar Fahmi tegas menutup wawancaranya













