Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Terpopuler815 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.com – Jakarta: Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan adik Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026).

Guruh mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada pukul 04.16 WIB dalam usia 73 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis pada Sabtu pagi. Kepergian Guruh menjadi kehilangan bagi keluarga besar partai berlambang banteng moncong putih tersebut, yang mengenangnya sebagai seniman besar sekaligus tokoh yang memiliki komitmen terhadap perjuangan politik.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Sukarno pada usia 73 tahun,” kata Hasto dalam keterangannya.

Hasto menyampaikan bahwa keluarga besar PDIP sangat kehilangan sosok Guruh. Ia menyebut almarhum sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan pejuang partai. PDIP, kata dia, akan memberikan penghormatan kepada Guruh melalui protokol partai.

Alami Sakit Dua Pekan

Kepergian Guruh terjadi setelah sebelumnya ia dikabarkan menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi kritis. Informasi mengenai kondisi kesehatannya mencuat ke publik pada Jumat (25/9/2026), ketika sejumlah elite PDIP meminta masyarakat mendoakan kesembuhannya.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira sebelumnya menyampaikan bahwa Guruh telah sakit dan menjalani perawatan selama sekitar dua pekan. Namun, Andreas mengaku belum mengetahui secara pasti penyakit yang diderita adik Megawati tersebut.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto juga sempat membenarkan kabar mengenai kondisi kritis Guruh. Saat itu, ia meminta masyarakat turut mendoakan kesembuhan Guruh.

Politikus PDIP Guntur Romli turut menyampaikan permohonan doa. Ia mengatakan jajaran partai menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan bagi Guruh yang tengah menjalani perawatan intensif.

Guruh diketahui mendapatkan perawatan di RS Siloam Semanggi, Jakarta. Sebelum kabar meninggal dunia disampaikan, kondisi kesehatannya telah menjadi perhatian keluarga, sahabat, kalangan seniman, serta para kader PDIP. Meski demikian, penyebab medis kematian Guruh belum dijelaskan secara resmi.

Seniman dan Marhaenis

Penilaian PDIP terhadap Guruh tidak hanya bertumpu pada kedekatannya dengan keluarga Soekarno. Hasto secara khusus menempatkan Guruh sebagai seniman besar, Marhaenis, dan pejuang partai. Tiga sebutan tersebut menggambarkan peran Guruh dalam seni, pemikiran kebangsaan, serta perjalanan politik partai.

Sebagai putra Soekarno dan Fatmawati, Guruh tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan identitas nasional. Namun, ia membangun kiprahnya sendiri melalui dunia seni, terutama musik, tari, dan pertunjukan yang mengangkat kebudayaan Indonesia.

Karya-karyanya dikenal melalui berbagai pergelaran yang memadukan unsur tradisi dengan pendekatan pertunjukan modern. Sejumlah karya yang pernah ditampilkan antara lain Untukmu Indonesiaku, Cinta Indonesia, dan Gilang Indonesia Gemilang.

Di bidang musik, Guruh juga menghasilkan karya yang mendapat pengakuan. Lagu Renjana membawanya mengikuti Festival Lagu Populer Tingkat Nasional pada 1976. Sementara itu, Kembalikan Baliku memperoleh penghargaan dalam World Popular Song Festival di Tokyo.

Kiprah tersebut memperlihatkan bahwa Guruh memiliki ruang pengabdian yang luas, tidak terbatas pada aktivitas politik. Seni menjadi medium baginya untuk menyampaikan gagasan tentang Indonesia, kebudayaan, dan identitas bangsa. (Rls**/SM)

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *