Optimalisasi Deep Learning untuk Pembelajaran Sains Eksperimen Sensor pH Berbantuan Smartphone Tingkatkan Keterampilan Mengajar Guru MGMP Kuantan Tengah

Terpopuler1369 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comKuantan Singingi, 14 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran sains, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan bertajuk “Optimalisasi Deep Learning untuk Pembelajaran Sains Eksperimen Sensor pH Berbantuan Smartphone untuk Meningkatkan Keterampilan Mengajar Guru MGMP Kuantan Tengah.”

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada 11–12 September 2026, dilaksanakan di SMA Pintar Kuantan Singingi dan diikuti oleh sebanyak 30 orang guru anggota MGMP Kimia Kuantan Singingi.

Program ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran sains yang inovatif, berbasis teknologi, serta sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Dedi Futra, M.Sc, dengan melibatkan tim pengabdian yang terdiri atas Dr. Indra Primahardani, M.H dan Dr. Muhammad Yogi Riyantama Isjoni, S.E., M.M. Tim pengabdian menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis deep learning yang mengintegrasikan teknologi sensor pH berbantuan smartphone sebagai media eksperimen sains yang aplikatif dan mudah diterapkan dalam pembelajaran di sekolah.

Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri oleh Dr. Familus, M.Pd selaku Koordinator MGMP Kimia Kuantan Singingi serta Liza Despianti, S.Pd selaku Ketua MGMP Kimia Kuantan Singingi. Kehadiran para pengurus MGMP menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pelatihan mengenai konsep pembelajaran mendalam (deep learning), pemanfaatan perangkat sensor pH digital, integrasi smartphone sebagai alat bantu eksperimen, serta strategi pengembangan aktivitas pembelajaran berbasis data.

Guru tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga melakukan praktik langsung dalam merancang eksperimen sains yang dapat diterapkan kepada peserta didik.
Pendekatan yang dikembangkan melalui kegiatan ini menekankan proses pembelajaran yang lebih bermakna melalui kegiatan observasi, pengumpulan data, analisis hasil eksperimen, dan refleksi konsep.

Dengan memanfaatkan teknologi sensor pH berbasis smartphone, pembelajaran kimia diharapkan menjadi lebih menarik, interaktif, dan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta pemecahan masalah peserta didik.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Dedi Futra, M.Sc, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi guru untuk menciptakan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual.

“Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sains bukan hanya bertujuan menghadirkan perangkat digital di kelas, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam, menarik, dan bermakna bagi peserta didik,” ungkap Dr. Dedi Futra.

Sementara itu, Dr. Familus, M.Pd selaku Koordinator MGMP Kimia Kuantan Singingi memberikan apresiasi terhadap kegiatan pengabdian yang memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan pengalaman baru bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. Harapannya, inovasi yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Liza Despianti, S.Pd selaku Ketua MGMP Kimia Kuantan Singingi yang menilai kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi guru dalam memperkaya metode pembelajaran kimia yang lebih kreatif dan inovatif.

Rangkaian kegiatan selama dua hari meliputi penyampaian materi, demonstrasi penggunaan sensor pH berbasis smartphone, praktik eksperimen, penyusunan rancangan pembelajaran, serta diskusi implementasi teknologi dalam proses belajar mengajar. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui keterlibatan aktif dalam setiap sesi pelatihan.

Melalui kegiatan PKM ini, tim pengabdian berharap para guru MGMP Kimia Kuantan Tengah mampu mengimplementasikan pembelajaran sains berbasis teknologi secara berkelanjutan serta menjadi penggerak inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi pendidik dan pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran masa depan. (Rls**)

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *