PULUHAN WALI MURID GELAR AKSI DAMAI DI SDN 017 DESA KUALU DUSUN 3 DURIAN TANDANG, TUNTUT KEPALA SEKOLAH DICOPOT

Pendidikan755 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comKampar – Riau: Puluhan wali murid menggelar aksi unjuk rasa damai di SDN 017 Dusun 3 Desa Durian Tandang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (4/9/2026).

Turut hadir tokoh masarakat Tempatan
Dalam aksi tersebut, para wali murid menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak sekolah dan meminta agar Kepala SDN 017, Angri Septari, S.Pd., diberhentikan atau dipindahkan dari sekolah tersebut.

Wali murid mengungkapkan, tuntutan tersebut muncul karena mereka menilai selama kepala sekolah menjabat, terdapat sejumlah persoalan yang belum terselesaikan. Di antaranya, kepala sekolah disebut sering tidak berada di sekolah dan kondisi sejumlah fasilitas bangunan sekolah dinilai memprihatinkan.

Selain itu, wali murid juga menyoroti kondisi ruang belajar siswa. Lokal kelas II dan III disebut berada dalam satu ruangan yang hanya dipisahkan menggunakan sekat tripleks.

Kondisi sejumlah fasilitas sekolah juga menjadi sorotan. Berdasarkan keterangan wali murid, terdapat meja dan kursi yang sudah rusak, sementara bagian atap bangunan sekolah disebut mengalami kebocoran dan terdapat sejumlah bagian yang berlubang sehingga dinilai tidak layak digunakan.

Bendahara: Mengaku Tidak Dilibatkan dalam Pengelolaan Dana

Seorang bendahara sekolah kepada awak media mengaku dirinya tidak dilibatkan dalam pengelolaan berbagai kegiatan sekolah. Ia mengatakan tugasnya hanya mengambil dana BOS untuk kemudian diserahkan kepada kepala sekolah.

“Saya tidak tahu dana BOS atau PIP itu digunakan untuk apa. Karena dalam kegiatan apa pun, kami tidak dilibatkan,” tutur bendahara tersebut kepada awak media.

Pernyataan tersebut perlu diklarifikasi lebih lanjut kepada pihak sekolah maupun instansi terkait guna memastikan mekanisme pengelolaan dana BOS dan PIP di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah Disebut Merangkap Jabatan

Di tempat terpisah, sejumlah wali murid juga mempertanyakan dugaan rangkap jabatan kepala sekolah. Mereka menyebut Kepala SDN 017 Angri Septari, S.Pd., juga menjabat sebagai Pj/Pejabat Sementara di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Menurut wali murid, rangkap jabatan tersebut diduga berdampak terhadap pengelolaan sekolah sehingga mereka meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar melakukan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke sekolah.

“Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar turun melakukan cek dan ricek ke sekolah ini serta mengindahkan tuntutan wali murid. Kami sudah tidak mau lagi menerima kepala sekolah tersebut karena menurut kami sekolah ini tidak terurus,” ujar salah seorang wali murid.

Wali murid juga menilai kondisi sekolah yang mereka lihat saat ini menjadi alasan kuat agar pemerintah daerah segera turun tangan dan mencari solusi terbaik demi kepentingan pendidikan para siswa.

Guru Honorer Keluhkan Honor Belum Dibayarkan

Tak hanya wali murid, persoalan lain juga disampaikan sejumlah guru honorer. Sebanyak sekitar 10 orang guru honorer mengaku belum menerima honor sejak Februari 2026 hingga Jumat (4/9/2026).

Para guru honorer tersebut menyebut honor yang mereka terima hanya sekitar Rp100 ribu per bulan. Namun, hingga berita ini ditulis, honor tersebut disebut belum dibayarkan.

Berbagai persoalan yang disampaikan wali murid, bendahara, dan guru honorer tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak Kepala SDN 017, Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar, serta pihak-pihak terkait.

Awak media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan hak jawab dari Kepala SDN 017 Angri Septari, S.Pd., maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar terkait seluruh tudingan dan keluhan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Jumat, 4 September 2026

Jurnalis Online

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *