🇮🇩✌️Mentengnews.com – Pekanbaru: Kericuhan kembali terjadi untuk sekian kalinya, kali ini sekelompok orang yang mengatasnamakan dari NIBA yang diketuai Yanmar alias Ateng Cs, melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam berupa parang ke anggota bongkar muat NIBA AGN Kota Pekanbaru pada Sabtu (26/9). lalu, sekitar pukul 13.00 WIB.
Terkait kejadian tersebut, Ketua PC FSP NIBA/KSPSI AGN Kota Pekanbaru, (Purn. POM AD) Buyung Achmad Chan, S.H.,MH., atau akrab disapa Buyung POM, pada saat konferensi pers di kantornya Jalan Sekuntum No 2E Kota Pekanbaru, kepada awak media menerangkan bahwa Kejadian berawal pada saat anggotanya sedang melakukan bongkar muat di Budiman Swalayan Jalan HR. Soebrantas.
Yang mana, pihaknya telah mengantongi PKB, tiba tiba datang beberapa orang yang mengaku dari NIBA yang diketuai oleh Ateng Cs menghentikan aktifitas anggotanya. Jumat (2/10/2026).
Pada saat itu, terjadilah perdebatan antara kedua belah pihak, karena tidak mempunyai legalitas ataupun PKB (Perjanjian Kerja Bersama) dengan pihak perusahaan maka NIBA Versi Ateng Cs Mundur.
Lanjutnya, beberapa saat kemudian NIBA Ateng Cs, kembali ke area Budiman Swalayan, kali ini kelompok NIBA Ateng Cs, membawa anggotanya lebih ramai dari sebelumnya.
Sekitar lebih kurang 60 orang, anggota NIBA Ateng Cs, secara membabi buta melakukan penyerangan brutal menggunakan senjata tajam jenis parang ke pada anggota NIBA/KSPSI AGN, kata Buyung Achmad.
Akibat penyerang tersebut, anggota nya yang bernama Zulzani mengalami luka bacokan di kepala dan salah satu jari tangan nya putus.
Kami dari PC FSP NIBA/KSPSI AGN Kota Pekanbaru, mendesak kepada Aparat Kepolisian untuk segera menangkap pelaku pembacokan terhadap anggotanya, tegasnya
Karena, sampai saat ini, NIBA Ateng Cs, terus melakukan teror dan terus bergerilya ke perusahaan perusahaan yang ada di kota Pekanbaru, padahal NIBA Ateng Cs tidak memiliki PKB ataupun legalitas yang jelas, sedang kan PC FSP NIBA/KSPSI AGN Kota Pekanbaru sudah memiliki PKB dengan perusahaan perusahaan yang ada di kota Pekanbaru.
“Buyung Achmad juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini anggotanya dilapangan masih kerap mendapat teror dan merasa terganggu saat melakukan aktivitas bongkar muat padahal sudah melakukan PKB dengan pihak perusahaan”.
Terkait penyerangan yang disertai pembacokan terhadap anggotanya, Kami telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Riau, dan berharap pihak Polda Riau segera menangkap Pelaku Pembacokan terhadap anggotanya, agar terciptanya kondusifitas di kota Pekanbaru, tutup Buyung Achmad.
(Tim**)







