Tokoh Muda Pelalawan Sudiharno Apresiasi Semua Pihak yang Mengerjakan Pengaspalan 4 Kilometer Jalinbon

"Dorong Penyambungan Jalan hingga Kuala Kampar".

Terpopuler655 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.com – Pelalawan: Tokoh Muda Pelalawan, Sudiharno, mengapresiasi perjuangan seluruh pihak yang telah mendorong peningkatan infrastruktur Jalan Lintas Bono (Jalinbon) di Kabupaten Pelalawan.

Ia menilai rencana pengaspalan sepanjang kurang lebih 4 kilometer di Desa Petodaan menjadi langkah penting bagi peningkatan akses transportasi masyarakat pesisir.

Menurut Sudiharno, upaya tersebut tidak terlepas dari peran berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan, anggota legislatif di tingkat provinsi hingga pusat, serta instansi terkait yang terus memperjuangkan pembangunan jalan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh instansi dan pihak yang telah ikut memperjuangkan Jalan Lintas Bono, baik bupati maupun anggota legislatif di tingkat provinsi dan pusat. Alhamdulillah, perjuangan ini mulai menunjukkan hasil dengan adanya rencana penambahan aspal kurang lebih 4 kilometer,” ujar Sudiharno.

Meski demikian, ia berharap pengaspalan tersebut tidak berhenti pada satu titik saja. Menurutnya, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu melanjutkan perjuangan agar ruas jalan yang belum beraspal dapat ditangani secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

“Kami berharap seluruh elemen dan instansi yang terlibat tetap konsisten memperjuangkan penyambungan aspal pada tahun berikutnya. Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di Kecamatan Teluk Meranti dan Kecamatan Kuala Kampar,” katanya.

Jalan Layak, Ekonomi Masyarakat Diharapkan Meningkat

Sudiharno menegaskan, pembangunan Jalinbon bukan semata-mata persoalan infrastruktur, melainkan berkaitan langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.

Menurutnya, kondisi jalan yang lebih baik akan membantu memperlancar distribusi hasil perkebunan, memudahkan akses transportasi masyarakat, serta menekan biaya angkutan barang kebutuhan pokok.

Ia berharap perbaikan konektivitas jalan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan harga tandan buah segar (TBS) yang diterima petani, sekaligus membantu menjaga keterjangkauan harga sembako bagi masyarakat.

“Kalau akses jalan semakin lancar, distribusi hasil perkebunan bisa lebih mudah. Kami berharap harga TBS di tingkat petani bisa lebih baik dan harga sembako juga lebih terjangkau. Masyarakat pesisir sangat membutuhkan akses jalan yang layak untuk mendukung aktivitas ekonomi mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, masyarakat Teluk Meranti dan Kuala Kampar membutuhkan pembangunan yang berkelanjutan agar potensi ekonomi di kawasan pesisir dapat berkembang secara maksimal.

Perjuangan Jalinbon Harus Berkelanjutan
Sudiharno berharap pengaspalan 4 kilometer di Desa Petodaan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pembangunan Jalinbon secara menyeluruh.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perhatian serius. Karena itu, koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, legislatif, serta pihak swasta perlu terus diperkuat untuk mendorong percepatan pembangunan.

Ia juga mengajak masyarakat dan seluruh elemen terkait untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan agar program peningkatan jalan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata.

“Ini bukan hanya kepentingan satu kelompok, tetapi kebutuhan masyarakat luas. Kami berharap perjuangan ini terus berlanjut sampai akses jalan yang menghubungkan kawasan pesisir semakin baik dan layak dilalui,” tutup Sudiharno.

Bagi masyarakat pesisir Pelalawan, keberlanjutan pembangunan Jalinbon menjadi harapan untuk memperlancar mobilitas, memperkuat distribusi hasil produksi, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Pengaspalan 4 kilometer di Desa Petodaan menjadi salah satu tahapan yang diharapkan dapat dilanjutkan hingga ruas-ruas lainnya secara bertahap.

(Rls**/TM)

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *