🇮🇩✌️Mentengnews.com – Pekanbaru: Peristiwa kaburnya enam tahanan saat berada di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru pada kamis 11 Juni 2026 siang menuai sorotan berbagai pihak. Laskar Riau Muda Bersatu Bersama (RMRB) menilai insiden tersebut merupakan kejadian serius yang harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap pengamanan tahanan.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar RMRB Provinsi Riau Putra Rezeky kepada media (11/06/2026) menyatakan, kaburnya enam tahanan di area pengadilan tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Selain berpotensi mengancam keamanan masyarakat, peristiwa tersebut juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap sistem pengamanan dalam proses peradilan.
“Ini merupakan kejadian yang sangat serius. Pengadilan adalah objek vital yang seharusnya memiliki standar pengamanan ketat. Jika enam tahanan bisa kabur secara bersamaan, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan yang diterapkan,” tegasnya.
Menurut Laskar RMRB, terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat menjadi penyebab terjadinya pelarian tahanan, antara lain:
Kurangnya jumlah personel pengamanan dibanding jumlah tahanan yang dikawal.
Lemahnya pengawasan saat perpindahan tahanan dari kendaraan menuju ruang sidang maupun sebaliknya.
Tidak optimalnya koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam pengamanan tahanan.
Adanya celah pada sistem dan sarana pengamanan, baik pada jalur keluar-masuk maupun area tunggu tahanan.
Kelelahan atau kelengahan petugas akibat tingginya intensitas tugas pengamanan.
Belum maksimalnya penerapan prosedur operasional standar (SOP) dalam pengawalan tahanan berisiko tinggi.
Atas kejadian tersebut, Laskar RMRB mendesak agar dilakukan evaluasi dan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Beberapa hal yang dinilai perlu menjadi fokus evaluasi antara lain:
Audit menyeluruh terhadap SOP pengawalan dan pengamanan tahanan.
Evaluasi jumlah dan kesiapan personel pengamanan pada setiap persidangan.
Peningkatan koordinasi antara kepolisian, kejaksaan, rumah tahanan, dan pihak pengadilan.
Penambahan sarana pengamanan seperti CCTV, ruang transit tahanan yang lebih aman, serta pengawasan berlapis pada titik-titik rawan.
Pemberian sanksi tegas apabila ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur.
Peningkatan pelatihan dan pengawasan terhadap petugas yang bertugas mengawal tahanan.
Laskar RMRB juga meminta aparat penegak hukum bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para tahanan yang belum tertangkap agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami mendukung upaya aparat dalam melakukan pencarian dan berharap seluruh tahanan yang kabur dapat segera ditangkap kembali. Ke depan, sistem pengamanan harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.
Penelusuran media, hingga pukul 15:00 wib pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru masih terus berkoordinasi mengejar dua tahanan yang belum tertangkap dari total enam yang kabur. ***







