Lapas Pekanbaru Turut Andil Dalam Aksi Nasional Raih Rekor MURI Penyuluhan HIV/AIDS dan IMS

Kemenkumham1756 Dilihat

🇲🇨✌️Mentengnews.comPekanbaru: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), sejumlah lembaga pemerintah, serta berbagai pihak terkait lainnya berhasil mencatatkan capaian Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Pemerintah Provinsi Riau hadir sekaligus memberikan sambutan dalam agenda penyerahan piagam yang digelar di Hotel Tjokro Pekanbaru, Senin (26/1/2026).

Acara penyerahan piagam Rekor MURI itu dihadiri oleh Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh dr. Sri Handayani, jajaran pengurus PERDOSKI, tenaga medis, serta pemangku kepentingan terkait. Capaian tersebut dinilai sebagai bentuk kerja nyata dalam memperkuat edukasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.

Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari gerakan nasional dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/AIDS dan IMS serta pentingnya upaya pencegahan sejak dini. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara masif dan terkoordinasi tersebut berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan diraihnya Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Dalam pelaksanaannya, Lapas Kelas IIA Pekanbaru melibatkan jajaran petugas dan warga binaan pemasyarakatan untuk mengikuti rangkaian penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh tenaga medis profesional. Materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar mengenai HIV/AIDS dan IMS, cara penularan, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PERDOSKI menggelar penyuluhan HIV/AIDS dan IMS hingga meraih pengakuan MURI. Ia menilai, pencapaian itu menunjukkan komitmen tenaga medis dalam membantu pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Upaya pencegahan HIV/AIDS dan IMS tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Syahrial dalam sambutannya.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru menyampaikan bahwa keikutsertaan Lapas dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang kesehatan sekaligus wujud komitmen Pemasyarakatan dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada warga binaan.

“Kami sangat mendukung kegiatan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dan IMS ini. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kesehatan bagi warga binaan agar memiliki pemahaman yang benar dalam mencegah penyakit menular,” ujar Yuniarto.

Melalui sinergi antara PERDOSKI, lembaga pemerintah, dan berbagai pihak terkait, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas edukasi kesehatan, menekan risiko penularan penyakit menular, serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan.

Keberhasilan meraih Rekor MURI menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berdaya.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *