Diancam di Bunuh oleh Adik Kandung Sekda Rohil, Muhajirin Siringoringo Minta Polda Riau Segera Tangkap Pelaku

Hukum & Kriminal1753 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comPekanbaru: Kasus pengancaman pembunuhan yang menimpa Muhajirin Siringoringo kini mengungkap fakta baru yang mengejutkan.

Terlapor, Oktavian, yang merupakan oknum ASN Satpol PP Rokan Hilir (Rohil), ternyata adalah adik kandung dari Sekretaris Daerah (Sekda) Rohil, Fauzi Efrizal.

Ancaman pembunuhan tersebut diduga kuat dipicu oleh sikap kritis Muhajirin yang meminta Bupati Rokan Hilir segera mencopot jabatan Sekda Rohil.

Hal ini menyusul beredarnya video asusila yang diduga mirip dengan pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Rohil tersebut.

Merasa nyawanya terancam, Muhajirin didampingi tim kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Munawir Mattareng, S.H., M.H., & Rekan, resmi melaporkan kejadian ini ke Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau.

Munawir Mattareng, S.H., M.H., menegaskan bahwa posisi kliennya saat ini sangat tertekan dan ketakutan karena ancaman yang diterima sangat spesifik, yakni ancaman pembunuhan.

“Klien kami, Muhajirin Siringoringo, secara terang-terangan diancam akan dibunuh oleh Saudara Oktavian. Kami menduga intimidasi ini berkaitan erat dengan desakan klien kami agar Bupati Rohil menindak tegas dugaan pelanggaran etik video asusila yang menyeret nama Sekda Rohil, yang merupakan abang kandung dari terlapor,” ujar Munawir di Mapolda Riau.

“Saat ini Muhajirin dalam kondisi trauma dan sangat ketakutan. Kami meminta Aparat Penegak Hukum (APH) di Polda Riau untuk segera memproses laporan ini tanpa pandang bulu. Siapa pun pelakunya, meskipun ia memiliki hubungan keluarga dengan pejabat tinggi di daerah, hukum harus tetap tegak. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak!” tegasnya lagi.

Dalam keterangannya, Muhajirin Siringoringo juga menyoroti perbedaan perlakuan hukum dan sanksi administratif antara pejabat di Rokan Hilir dengan daerah lain.

“Saya hanya menyuarakan kebenaran dan etika birokrasi. Saya membandingkan dengan kasus di Batam, di mana oknum pejabat yang tersandung kasus serupa (video asusila) langsung dibebastugaskan demi menjaga marwah institusi. Seharusnya di Rokan Hilir juga berlaku standar yang sama. Kenapa di sini justru saya sebagai rakyat kecil yang mengkritik malah diancam akan dibunuh oleh adik kandung pejabat tersebut?” ujar Muhajirin dengan nada kecewa.

Pihak kuasa hukum berharap Polda Riau dapat memberikan jaminan keamanan bagi Muhajirin dan memastikan proses hukum berjalan transparan demi keadilan di Bumi Lancang Kuning.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *