Perbaikan Jalan Poros Bulog: Bukti Pengawasan Praja Muda selaku Pengurus

"Kekompakan Masyarakat 5 Desa Akhir nya Membuat Akses Pertanian Lancar"

Terpopuler1012 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.com- Rokan Hilir: Di Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, terdapat jalan poros Bulog kepenghuluan teluk bano II di Aukas yang memiliki panjang hanya 7 kilometer, namun pernah menjadi momok bagi para petani sawit. Dahulu kala, mobil yang mengangkut hasil panen sawit seringkali terpaksa “nginap” di jalan selama 2 hingga 3 hari karena kondisi jalan yang tidak layak.

Namun, susunan pengurus Pengurus swadaya jalan bulog,

Ketua : Budiono

Sekretaris : Suwaji

Bendahara : Syafira

Pengawas lapangan : Praja muda

Hasil rata2 perhari 40 smpai 50 tonx Rp 50 =Rp 2 jta smp 2,5 jta pendapatan palang per hari

Praja muda selaku pengawas mengatakan kan ini semua bisa terlaksana berkat kekompakan masyarakat dari 5 desa yaitu Kep Rokan Baru, Kep, Karya Mulyo Sari, Kep, Teluk Bano II, Kepenghuluan Suak Temenggung, dan Kepenghuluan Pedamaran, jalan tersebut akhirnya sedikit demi sedikit diperbaiki secara swadaya. Dana perbaikan bersumber dari potongan hasil panen sawit para petani, dengan kontribusi sebesar 50 rupiah per kilogram.

Perubahan signifikan terjadi seiring waktu – dari menggunakan cangkul pada awalnya, kemudian berkembang hingga menggunakan alat berat. Alhamdulillah, saat ini jalan tersebut sudah mengalami perubahan luar biasa. Bahkan di musim hujan sekalipun, jalan tidak lagi menghambat aktivitas pengangkutan hasil pertanian. Mobil koldisel yang membawa muatan buah kelapa sawit di atas 10 ton kini dapat melintas dengan aman.

Sejak tahun 2010 hingga saat ini, pembangunan dan pemeliharaan jalan tersebut tetap mengandalkan swadaya masyarakat, tanpa bantuan dana dari negara. Meskipun hanya menggunakan bahan seperti tanah timbun, batu pitrun, dan batu krikil, jalan ini masih mampu menahan muatan truk sawit hingga 10 hingga 12 ton. Ini menjadi bukti bahwa solusi terbaik untuk pembangunan infrastruktur lokal bisa datang dari kekompakan dan kerja sama masyarakat itu sendiri.

“Kami bersyukur, harga sawit sekarang sudah sesuai standar pasar. Tidak ada lagi kerugian karena penundaan atau kerusakan hasil panen,” ujar petani dari Karya Mulyo Sari.

 

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *