🇮🇩✌️Mentengnews.com – Bagansiapiapi: Dinamika politik pasca-pemilihan seringkali meninggalkan residu yang menghambat pembangunan.
Menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh pemuda Rokan Hilir (Rohil), Muhajirin Siringo Ringo, mengeluarkan pernyataan sikap yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan kritik destruktif dan mulai bersinergi membangun daerah.
Muhajirin, yang sebelumnya dikenal sebagai sosok yang sangat kritis terhadap jalannya pemerintahan, kini memilih jalan kolaborasi.
Ia menegaskan bahwa dukungannya kepada Bupati Rohil saat ini, Bapak Bistamam, didasari semata-mata demi kepentingan masyarakat luas.
“Kalau pemimpin kita terus diganggu dengan opini-opini yang tidak produktif, beliau tentu akan sulit fokus memimpin. Saya mengajak seluruh masyarakat Rohil, mari kita lupakan sekat-sekat politik masa lalu. Kepentingan rakyat jauh lebih utama daripada ego kelompok,” ujar Muhajirin.
Ia pun menjadikan dirinya sebagai contoh (representasi) bahwa perbedaan pendapat di masa lalu bukanlah harga mati.
“Dulu saya begitu keras mengkritik, namun kini saya memilih mendukung karena saya ingin melihat Rohil maju. Persatuan adalah kunci utama pembangunan kita,” tambahnya.
Terkait isu yang beredar bahwa dirinya telah “masuk angin” atau menerima uang miliaran rupiah atas perubahan sikapnya, Muhajirin membantah keras.
“Silakan tanya langsung ke Pak Bupati, ada tidak beliau memberi saya uang? Tidak ada. Semua ini murni tentang nurani dan keinginan melihat perubahan. Fitnah-fitnah seperti itu justru menunjukkan ada pihak yang tidak ingin melihat Rohil stabil,” tegasnya.
Muhajirin juga menyoroti pentingnya keharmonisan antara pemerintah daerah dan wakil di pusat.
Ia mengapresiasi peran Karmila Sari, anggota DPR RI yang merupakan putri kandung Bupati Rohil.
Menurutnya, hubungan ayah-anak dalam struktur kepemimpinan ini seharusnya dipandang sebagai aset strategis bagi Rohil.
“Banyak daerah lain yang sebenarnya iri melihat posisi kita. Bapaknya Bupati, anaknya di DPR RI. Ini adalah jalur ‘tol’ bagi anggaran pusat untuk masuk ke Rohil. Salah satu buktinya adalah perjuangan Ibu Karmila dalam mengawal kuota penerima Program Indonesia Pintar (PIP) yang terus bertambah setiap tahun. Harusnya kita bersyukur, bukan malah terus mengkritik tanpa dasar,” paparnya.
Menutup pernyataannya, Muhajirin berharap masyarakat lebih objektif dalam melihat fakta pembangunan.
Menurutnya, stabilitas politik di bawah kepemimpinan Bupati Bistamam dan dukungan anggaran pusat melalui lobi-lobi Karmila Sari adalah momentum emas yang tidak boleh disia-siakan.
“Jika kita bersatu, Rohil pasti akan jauh lebih maju. Mari kita kawal pembangunan ini dengan semangat kebersamaan,” pungkasnya. **








