๐—ž๐—”๐—ฃ๐—”๐—ก ๐—ช๐—”๐—ž๐—ง๐—จ ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—˜๐—Ÿ๐—จ๐—”๐—ฅ๐—ž๐—”๐—ก ๐—ญ๐—”๐—ž๐—”๐—ง ๐—™๐—œ๐—ง๐—ฅ๐—”๐—›?

Agama1078 Dilihat

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉโœŒ๏ธMentengnews.com:

Izin bertanya kiyai tentang waktu untuk membayar zakat fitrah, kapan waktu boleh dan tidak boleh?

๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป

Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq

Zakat fitrah atau zakat fitri mulai diwajibkan untuk ditunaikan menurut madzhab Hanafiyah adalah jika telah terbitnya fajar di hari raya.[1]

Sedangkan menurut jumhur ulama dari kalangan Syafiโ€™iyyah, Hanabilah dan pendapat yang kuat dari madzhab Malikiyah adalah sejak terbenamnya matahari di malam satu syawal.[2]

Artinya, bila seseorang telah berada di waktu tersebut, ia telah terkena kewajiban untuk membayar zakat fitrah. Semisal ada yang meninggal di waktu ashar sebelum masuk malam satu Syawal, maka ia tidak wajib untuk ditunaikan zakat fitrahnya.

Hanya kemudian dari kewajiban zakat ini, sifatnya ia boleh diawalkan atau pun diakhirkan. Berikut pembagian waktu pembayaran zakat fitrah ditinjau dari sisi hukumnya :

๐Ÿญ. ๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐˜๐˜‚ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐˜€๐—ฎ๐—ต

Menurut Hanafiyah tidak sah zakat fitrah sebelum masuk malam satu Syawal. Menurut Malikiyah dan Hanabilah tidak sah lebih tiga hari dari waktu hari raya, sedangkan Syafiโ€™iyyah berpendapat zakat fitrah baru tidak sah bila dikeluarkannya sebelum masuk Ramadhan.[3]

Maka jelas di sini, yang paling longgar waktu untuk menunaikan zakat fitrah adalah menurut kalangan Syafiโ€™iyyah.

๐Ÿฎ. ๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐˜๐˜‚ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต

Menurut kalangan Syafiโ€™iyyah kebolehan membayar zakat fitrah sejak hari pertama bulan Ramadhan. Dalil pendapat hadits dari Ibnu Umar radhiyallahuโ€™anhuma yang berbunyi :

ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูุฑุถ ุฒูƒุงุฉ ุงู„ูุทุฑ ู…ู† ุฑู…ุถุงู† ุนู„ู‰ ูƒู„ ู†ูุณ ู…ู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†

โ€œBahwasanya Rasulullah ๏ทบ telah mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan bagi setiap orang dari kaum muslimin.โ€ (HR. Muslim).

Sedangkan Malikiyyah dan Hanabilah berpendapat kebolehan menyegerakan zakat fitrah adalah satu atau dua hari saja sebelum idul fitri tidak lebih dari itu.[4]

Dalil pendapat ini adalah sebuah hadits yang juga dari Abdullah bin Umar :

ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูุนู’ุทููˆู†ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ู‚ูŽุจู’ู„ ุงู„ู’ุนููŠุฏู ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู

โ€œAdalah mereka dahulu menunaikan zakat fitrah sehari atau dua hari sebelum shalat Id.โ€ (HR. Bukhari)

Adapun kalangan Hanafiyah berpendapat bahwa zakat fitrah itu berkaitan dengan hari raya, sehingga ia hanya boleh dilakukan saat telah masuknya waktu hari raya yakni malam satu Syawal.

Namun uniknya, sebagian Hanafiyah ada yang sependapat dengan Syafiโ€™iyyah, yakni bolehnya mengawalkan zakat Fitrah sejak awal Ramadhan.[5]

๐Ÿฏ. ๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐˜๐˜‚ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฎ๐—ณ๐—ฑ๐—ต๐—ฎ๐—น

Menurut Hanafiyah,[6] Malikiyyah[7], Syafiโ€™iyyah[8], Dan Hanabilah[9] waktu yang paling afdhal untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah saat sebelum dilaksanakan shalat Id. Dalil pendapat ini adalah hadits yang berbunyi :

ุงุบู’ู†ููˆู‡ูู…ู’ ูููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู

โ€œCukupilah mereka orang-orang miskin di hari ini.โ€ (HR. Daraquthni)

Imam Nawawi rahimahullah bahkan mengatakan adanya ijmaโ€™ tentang waktu afdhal tersebut :

ุฃุฌู…ุนูˆุง ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ุฃูุถู„ ุฃู† ูŠุฎุฑุฌู‡ุง ูŠูˆู… โ€Œุงู„ูุทุฑ โ€Œู‚ุจู„ โ€Œุตู„ุงุฉ โ€Œุงู„ุนูŠุฏ

โ€œDengan mereka telah sepakat bahwa yang afdhal adalah mengeluarkannya adalah pada hari raya sebelum ditunaikannya shalat Id.โ€[10]

Sedangkan kalangan Malikiyah memberikan keterangan tambahan bahwa waktu afdhal adalah ketika terbitnya fajar di satu Syawal hingga sebelum shalat Id diselenggarakan.[11]

๐Ÿฐ. ๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐˜๐˜‚ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ฟ๐˜‚๐—ต

Zakat fitrah makruh ditunaikan setelah shalat id menurut kalangan Syafiโ€™iyyah, namun demikian tetap wajib dan sah jika seseorang menunaikannya setelah selesainya waktu hari raya.[12]

๐Ÿฑ. ๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐˜๐˜‚ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—บ๐—ธ๐—ฎ๐—ป

Zakat fitrah haram ditunaikan setelah selesainya shalat idul Fitri menurut mayoritas ulama[13], dalilnya adalah :

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู‘ูŽุงู‡ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ููŽู‡ููŠูŽ ุฒูŽูƒูŽุงุฉูŒ ู…ูŽู‚ู’ุจููˆู„ูŽุฉูŒุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฏู‘ูŽุงู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ููŽู‡ููŠูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุงุชู

โ€œBarangsiapa mengeluarkan Fitrah sebelum shalat Idul fitri maka itu adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat, maka itu adalah sedekah biasa.โ€ (HR. Abu Daud)

Sedangkan kalangan Syafiโ€™iyyah berpendapat haramnya menunaikan zakat fitrah adalah setelah berlalu satu Syawal.[14]

Namun demikian semua ulama madzhab sepakat bahwa kewajiban menunaikan zakat atas dirinya tidak gugur. Artinya seseorang tetap wajib mengqadha zakat fitrahnya itu kapanpun, meski ia mendapatkan dosa karena telah mengakhirkan zakatnya.[15]

# Wallahu aโ€™lam bis sawab#
________
[1] Syarah Mukhtashar Thawawi (2/355)
[2] al Isyraf (1/414), Nihayatul Mathlab (2/526), al Inshaf (3/176)
[3] Fiqh al Islam wa Adilatuhu (3/2036)
[4] At Tahdzib (1/482), Kasyful Qina (1/471)
[5] Al Mausuโ€™ah al Fiqhiyah al Kuwaitiyah (23/340)
[6] Majmuโ€™ Anhar fi Syarh Mutltaqa Abhar (1/228),
[7] Al Kafi (1/321)
[8] Tanbih fi Fiqh Syafiโ€™iyah hal. 61.
[9] Fiqh ibadat โ€˜ala Madzhab Hanbali hal. 375
[10] Majmuโ€™ Syarah al Muhadzdzab (6/142)
[11] Aunul Matin hal. 400
[12] Iโ€™anah Thalibin (2/197)
[13] Al Mausuโ€™ah Fiqhiyah al Kuwaitiyah (23/341)
[14] Mughni Muhtaj (1/402), Tanbih fi Fiqh Syafiโ€™iyah hal. 61
[15] Al Mausuโ€™ah al Fiqhiyah al Kuwaitiyah (23/341), Fiqh al Islami wa Adillatuhu (3/2036)

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *