๐ฎ๐ฉโ๏ธMentengnews.com:
Izin bertanya kiyai tentang waktu untuk membayar zakat fitrah, kapan waktu boleh dan tidak boleh?
๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฏ๐ฎ๐ป
Oleh : KH. Ahmad Syahrin Thoriq
Zakat fitrah atau zakat fitri mulai diwajibkan untuk ditunaikan menurut madzhab Hanafiyah adalah jika telah terbitnya fajar di hari raya.[1]
Sedangkan menurut jumhur ulama dari kalangan Syafiโiyyah, Hanabilah dan pendapat yang kuat dari madzhab Malikiyah adalah sejak terbenamnya matahari di malam satu syawal.[2]
Artinya, bila seseorang telah berada di waktu tersebut, ia telah terkena kewajiban untuk membayar zakat fitrah. Semisal ada yang meninggal di waktu ashar sebelum masuk malam satu Syawal, maka ia tidak wajib untuk ditunaikan zakat fitrahnya.
Hanya kemudian dari kewajiban zakat ini, sifatnya ia boleh diawalkan atau pun diakhirkan. Berikut pembagian waktu pembayaran zakat fitrah ditinjau dari sisi hukumnya :
๐ญ. ๐ช๐ฎ๐ธ๐๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐๐ฎ๐ต
Menurut Hanafiyah tidak sah zakat fitrah sebelum masuk malam satu Syawal. Menurut Malikiyah dan Hanabilah tidak sah lebih tiga hari dari waktu hari raya, sedangkan Syafiโiyyah berpendapat zakat fitrah baru tidak sah bila dikeluarkannya sebelum masuk Ramadhan.[3]
Maka jelas di sini, yang paling longgar waktu untuk menunaikan zakat fitrah adalah menurut kalangan Syafiโiyyah.
๐ฎ. ๐ช๐ฎ๐ธ๐๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ผ๐น๐ฒ๐ต
Menurut kalangan Syafiโiyyah kebolehan membayar zakat fitrah sejak hari pertama bulan Ramadhan. Dalil pendapat hadits dari Ibnu Umar radhiyallahuโanhuma yang berbunyi :
ุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุฑุถ ุฒูุงุฉ ุงููุทุฑ ู ู ุฑู ุถุงู ุนูู ูู ููุณ ู ู ุงูู ุณูู ูู
โBahwasanya Rasulullah ๏ทบ telah mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan bagi setiap orang dari kaum muslimin.โ (HR. Muslim).
Sedangkan Malikiyyah dan Hanabilah berpendapat kebolehan menyegerakan zakat fitrah adalah satu atau dua hari saja sebelum idul fitri tidak lebih dari itu.[4]
Dalil pendapat ini adalah sebuah hadits yang juga dari Abdullah bin Umar :
ููุงูููุง ููุนูุทูููู ุตูุฏูููุฉู ุงููููุทูุฑู ููุจูู ุงููุนููุฏู ุจูููููู ู ุฃููู ููููู ููููู
โAdalah mereka dahulu menunaikan zakat fitrah sehari atau dua hari sebelum shalat Id.โ (HR. Bukhari)
Adapun kalangan Hanafiyah berpendapat bahwa zakat fitrah itu berkaitan dengan hari raya, sehingga ia hanya boleh dilakukan saat telah masuknya waktu hari raya yakni malam satu Syawal.
Namun uniknya, sebagian Hanafiyah ada yang sependapat dengan Syafiโiyyah, yakni bolehnya mengawalkan zakat Fitrah sejak awal Ramadhan.[5]
๐ฏ. ๐ช๐ฎ๐ธ๐๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฎ๐ณ๐ฑ๐ต๐ฎ๐น
Menurut Hanafiyah,[6] Malikiyyah[7], Syafiโiyyah[8], Dan Hanabilah[9] waktu yang paling afdhal untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah saat sebelum dilaksanakan shalat Id. Dalil pendapat ini adalah hadits yang berbunyi :
ุงุบููููููู ู ููู ููุฐูุง ุงููููููู ู
โCukupilah mereka orang-orang miskin di hari ini.โ (HR. Daraquthni)
Imam Nawawi rahimahullah bahkan mengatakan adanya ijmaโ tentang waktu afdhal tersebut :
ุฃุฌู ุนูุง ุนูู ุฃู ุงูุฃูุถู ุฃู ูุฎุฑุฌูุง ููู โุงููุทุฑ โูุจู โุตูุงุฉ โุงูุนูุฏ
โDengan mereka telah sepakat bahwa yang afdhal adalah mengeluarkannya adalah pada hari raya sebelum ditunaikannya shalat Id.โ[10]
Sedangkan kalangan Malikiyah memberikan keterangan tambahan bahwa waktu afdhal adalah ketika terbitnya fajar di satu Syawal hingga sebelum shalat Id diselenggarakan.[11]
๐ฐ. ๐ช๐ฎ๐ธ๐๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฎ๐ธ๐ฟ๐๐ต
Zakat fitrah makruh ditunaikan setelah shalat id menurut kalangan Syafiโiyyah, namun demikian tetap wajib dan sah jika seseorang menunaikannya setelah selesainya waktu hari raya.[12]
๐ฑ. ๐ช๐ฎ๐ธ๐๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ๐ต๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐บ๐ธ๐ฎ๐ป
Zakat fitrah haram ditunaikan setelah selesainya shalat idul Fitri menurut mayoritas ulama[13], dalilnya adalah :
ู ููู ุฃูุฏููุงููุง ููุจููู ุงูุตููููุงุฉูุ ูููููู ุฒูููุงุฉู ู ูููุจููููุฉูุ ููู ููู ุฃูุฏููุงููุง ุจูุนูุฏู ุงูุตููููุงุฉูุ ูููููู ุตูุฏูููุฉู ู ููู ุงูุตููุฏูููุงุชู
โBarangsiapa mengeluarkan Fitrah sebelum shalat Idul fitri maka itu adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat, maka itu adalah sedekah biasa.โ (HR. Abu Daud)
Sedangkan kalangan Syafiโiyyah berpendapat haramnya menunaikan zakat fitrah adalah setelah berlalu satu Syawal.[14]
Namun demikian semua ulama madzhab sepakat bahwa kewajiban menunaikan zakat atas dirinya tidak gugur. Artinya seseorang tetap wajib mengqadha zakat fitrahnya itu kapanpun, meski ia mendapatkan dosa karena telah mengakhirkan zakatnya.[15]
# Wallahu aโlam bis sawab#
________
[1] Syarah Mukhtashar Thawawi (2/355)
[2] al Isyraf (1/414), Nihayatul Mathlab (2/526), al Inshaf (3/176)
[3] Fiqh al Islam wa Adilatuhu (3/2036)
[4] At Tahdzib (1/482), Kasyful Qina (1/471)
[5] Al Mausuโah al Fiqhiyah al Kuwaitiyah (23/340)
[6] Majmuโ Anhar fi Syarh Mutltaqa Abhar (1/228),
[7] Al Kafi (1/321)
[8] Tanbih fi Fiqh Syafiโiyah hal. 61.
[9] Fiqh ibadat โala Madzhab Hanbali hal. 375
[10] Majmuโ Syarah al Muhadzdzab (6/142)
[11] Aunul Matin hal. 400
[12] Iโanah Thalibin (2/197)
[13] Al Mausuโah Fiqhiyah al Kuwaitiyah (23/341)
[14] Mughni Muhtaj (1/402), Tanbih fi Fiqh Syafiโiyah hal. 61
[15] Al Mausuโah al Fiqhiyah al Kuwaitiyah (23/341), Fiqh al Islami wa Adillatuhu (3/2036)










