🇮🇩✌️Mentengnews.com – Binjai – Sumut: Maraknya dugaan peredaran narkotika dan praktik perjudian di wilayah hukum Polres Binjai menuai sorotan serius dari kalangan mahasiswa.
Sekretaris Korda KMMB Sumatera Utara, Tomi Sahputra, menyatakan pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu, 29 April 2026, di depan Mapolda Sumatera Utara sebagai bentuk protes atas kondisi tersebut.
Menurut Tomi, berdasarkan hasil observasi lapangan, pengumpulan informasi dari masyarakat, serta penelusuran langsung oleh tim mahasiswa, ditemukan indikasi kuat adanya aktivitas peredaran narkoba yang telah berlangsung lama dan diduga berjalan secara sistematis.
“Kami menemukan adanya dugaan barak-barak narkoba yang beroperasi di wilayah Kecamatan Binjai Timur dan terkesan dibiarkan,” ujar Tomi.
Adapun beberapa lokasi yang menjadi sorotan, antara lain:
Jalan Turi, Sei Mencirim Sunggal, Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai
Jalan Bangau, kawasan Sawit-Sawit, Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai
Di kedua titik tersebut, disebut terdapat dugaan sedikitnya 10 barak narkoba yang menjadi pusat aktivitas ilegal.
Tak hanya itu, Tomi juga mengungkap bahwa lokasi tersebut diduga menjadi tempat berbagai praktik perjudian, mulai dari judi elektronik hingga judi ikan, yang menunjukkan adanya perputaran ekonomi ilegal dalam skala besar.
Aktivitas tersebut diduga dijalankan oleh seseorang berinisial UG.
Menurutnya, kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait lemahnya penindakan hukum.
“Narkoba adalah musuh bersama bangsa. Ketika aktivitas seperti ini berlangsung terang-terangan, negara tidak boleh terlihat absen,” tegasnya.
Sebagai bentuk sikap, KMMB Sumut menyatakan akan melakukan aksi “menjemput Kapolda Sumut” sebagai simbol desakan kepada aparat penegak hukum agar segera mengambil tindakan tegas.
KMMB juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini. Bahkan, mereka tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi lanjutan di Mabes Polri, Jakarta, jika tidak ada langkah serius dari pihak kepolisian.
“Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum sedang dipertaruhkan. Ketegasan hari ini akan menentukan apakah hukum benar-benar hadir untuk rakyat,” tutup Tomi.
(Rls/BR/Red)











