🇮🇩✌️Mentengnews.com – Selatpanjang – Meranti: Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dalam menggenjot kualitas pendidikan daerah membuahkan hasil luar biasa. Melalui koordinasi intensif dan pengajuan yang terstruktur ke pemerintah pusat, alokasi Program Revitalisasi Sekolah Tahun 2026 untuk Kabupaten Kepulauan Meranti melesat tajam—dari yang semula hanya 84 sekolah, kini membengkak menjadi 95 satuan pendidikan.
Capaian fantastis ini menjadi salah satu rekor terbesar bagi Pemkab Kepulauan Meranti dalam beberapa tahun terakhir. Anggaran yang dikucurkan untuk tiap sekolah bervariasi sesuai tingkat kebutuhan fisik, mulai dari puluhan juta hingga menembus Rp1,8 miliar per sekolah. Program ini menjangkau seluruh kecamatan di Meranti, mencakup jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Dari total 95 sekolah penerima manfaat, peta pelaksanaannya terbagi menjadi dua tahap utama:
21 Sekolah Mandiri: Telah mengantongi pagu anggaran dan resmi masuk tahap eksekusi fisik.
74 Sekolah Pendampingan: Sedang menyelesaikan finalisasi administrasi, pendampingan teknis, hingga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Beberapa sekolah yang sudah menapaki tahap pelaksanaan di antaranya TK Aidil Hidayat, SD Negeri 6 Renak Dungun, SD Negeri 7 Selatpanjang Selatan, SD Negeri 9 & 10 Selatpanjang Timur, SMP Negeri 3 Rangsang Pesisir, SMP Swasta Bahrul Ulum, TK Negeri Teluk Belitung, KB Permata Bunda, TK Harapan Bangsa, SD Swasta Al-Muwahidin, serta beberapa lembaga PAUD lainnya.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti Tundjiarto, M.Pd., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Feni Utami, S.T., M.H., mengungkapkan bahwa lonjakan angka ini didapat usai pusat kembali menambah kuota secara signifikan.

“Alhamdulillah, Kepulauan Meranti kembali mendapat tambahan kuota dari Direktorat PAUD sebanyak 62 sekolah. Kami telah mengikuti zoom pembukaan dan langsung dilanjutkan dengan pembahasan teknis. Total saat ini ada 95 sekolah, dan angka ini masih berpotensi bertambah hingga November 2026,” ujar Feni penuh optimisme, Senin (27/7/2026).
Keberhasilan Kepulauan Meranti memboyong anggaran pusat dalam jumlah besar tidak terjadi secara kebetulan. Feni menjelaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau menaruh kepercayaan tinggi berkat kesiapan data dan track record daerah yang bersih.
Terdapat 7 faktor kunci yang membuat usulan Meranti tembus dan mendominasi alokasi nasional:
Akurasi Data Dapodik: Pendataan tingkat kerusakan sekolah dilakukan secara real-time, valid, dan sinkron dengan sistem pusat.
Legalitas Lahan Clear & Clean: Seluruh tanah sekolah yang diusulkan memiliki dokumen legalitas dan bebas sengketa.
Kesiapan Manajemen Sekolah: Kepala sekolah, komite, dan tim pelaksana siap secara teknis maupun tata kelola anggaran.
Perencanaan Skala Prioritas: Usulan disusun berdasarkan urgensi kerusakan nyata di lapangan.
Komitmen Aktif Pemda: Dinas Pendidikan agresif berkoordinasi, komunikatif, dan responsif menindaklanjuti evaluasi pusat.
Rekam Jejak Laporan Bersih: Pelaksanaan program tahun-tahun sebelumnya selalu tepat waktu, tertib administrasi, dan bebas dari temuan signifikan.
Konsistensi Pengusulan: Pemkab Meranti secara rutin mendata dan memperjuangkan hak fasilitas pendidikan setiap tahunnya.
Saat ini, tim revitalisasi Disdikbud Kepulauan Meranti terus bergerak marathon memfasilitasi sekolah-sekolah yang masih berada di tahap administrasi agar seluruh berkas rampung sebelum batas waktu.
“Untuk 62 sekolah tambahan ini, Insyaallah akan terus kami dampingi hingga proses penandatanganan PKS dan pelaksanaan fisik di lapangan,” tegas Feni.
Melalui lompatan besar pada Program Revitalisasi 2026 ini, Pemkab Kepulauan Meranti berharap kualitas lingkungan belajar-mengajar dapat meningkat drastis. Fasilitas gedung yang ramah, aman, dan modern dipastikan siap menyambut para siswa dan tenaga pendidik demi mencetak generasi emas Meranti di masa depan.*** Khairul







