IMA MADINA PEKANBARU MENGECAM KERAS DUGAAN PENGANIAYAAN DAN PEMBACOKAN DI TAMBANG ILEGAL, KAPOLRES MADINA SIAP BERIKAN ATENSI

Terpopuler864 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comMandailing Natal: Dugaan kasus penganiayaan dan pembacokan yang dialami Timbul Rizki dan Rama Timbul di wilayah Siarahan, Hutabargot, Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal, mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk IMA Madina Pekanbaru.

Menanggapi persoalan tersebut, Kapolres Mandailing Natal menyatakan siap memberikan atensi terhadap laporan korban pada tanggal 26 Agustus 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, dengan nomor STPLP/B/137/VIII/2026/SPKT/POLSEK PANYABUNGAN/POLRES MADINA/POLDA SUMUT, terkait dugaan penganiayaan dan pembacokan yang terjadi di kawasan tambang ilegal Hutabargot tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres Madina saat kegiatan silaturahmi bersama mahasiswa dan aktivis pemuda Mandailing Natal di Mapolres Madina pada Jumat sore, 28 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, persoalan keamanan dan penegakan hukum di tengah masyarakat turut menjadi salah satu pembahasan.

“Terkait laporan polisi atas dugaan penganiayaan dan pembacokan yang di Polsek Panyabungan tersebut, saya atensi dan akan saya hubungi nanti Kapolsek Panyabungan,” tutur Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy

Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru menyatakan sikap tegas dan mengutuk keras dugaan tindakan penganiayaan dan pembacokan terhadap Timbul Rizki dan Rama Timbul di wilayah Hutabargot

Ketua umum IMA Madina Pekanbaru, Frendi Hermawan Nasution, menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap masyarakat tidak boleh dibiarkan dan harus ditangani melalui mekanisme hukum yang berlaku

“IMA Madina Pekanbaru mengutuk keras dugaan penganiayaan dan pembacokan terhadap saudara Timbul Rizki dan Rama Timbul. Kami mendesak aparat penegak hukum agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, objektif, serta transparan,” tegas Frendi Hermawan Nasution

Menurut Frendi, aparat penegak hukum diharapkan tidak hanya melakukan pemeriksaan awal, tetapi juga mengusut perkara tersebut secara menyeluruh guna memastikan fakta hukum, mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memberikan kepastian hukum kepada korban

“Kami akan mengawal persoalan ini sampai menemukan titik terang. Jangan sampai dugaan kekerasan terhadap masyarakat justru berhenti tanpa kejelasan dan tanpa pertanggungjawaban hukum,” ujarnya

IMA Madina Pekanbaru juga menegaskan bahwa proses penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tanpa pandang bulu. Apabila dalam proses penyelidikan dan penyidikan nantinya ditemukan adanya tindak pidana, pihak yang terbukti bertanggung jawab diminta diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Ini bukan semata persoalan individu, tetapi menyangkut rasa aman dan keadilan masyarakat. Kami meminta aparat menunjukkan keseriusan dalam menangani perkara ini. Hukum harus menjadi panglima dan tidak boleh kalah oleh kepentingan siapa pun,” pungkas Frendi ketua umum ima Madina Pekanbaru.

Sementara itu, adanya pernyataan Kapolres Madina yang siap memberikan atensi terhadap persoalan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan laporan dugaan tindakan penganiayaan dan pembacokan di kawasan Hutabargot dapat ditangani secara profesional dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Hingga proses hukum berjalan, seluruh pihak diharapkan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menyerahkan pengungkapan fakta kepada aparat penegak hukum.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *