Malam Puncak Festival Budaya Riuh Rentak Siak Kecik 2026 Sukses Digelar, Wujud Kebangkitan Seni Melayu di Tengah Efisiensi

Terpopuler946 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comSiak Kecil: Perhelatan Festival Budaya Riuh Rentak Siak Kecik Tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu (22/8/2026) malam. Acara puncak yang berlangsung meriah di Kecamatan Siak Kecil ini dihadiri oleh jajaran pemerintahan, tokoh adat, perwakilan korporasi, serta ribuan masyarakat yang hadir dengan antusiasme tinggi.

​Turut hadir dalam acara penutupan tersebut PLT Camat Siak Kecil Nicky Hatman Ramdani, S.E., perwakilan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis, Humas PT Bumi Siak Pusako (BSP), Ketua MUI Siak Kecil, Ketua LAMR Siak Kecil, perwakilan Polsek Siak Kecil, serta Ketua Rumah Adat Kacip Tembaga.

Dalam sambutannya, perwakilan panitia dari Melayu Culture Movement (MCM), Andika Fahruli, S.Ag., menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta, sponsor, mitra, serta seluruh panitia yang telah memberikan kontribusi terbaik dalam menyukseskan Festival Budaya Riuh Rentak Siak Kecik 2026.

Ia menyampaikan bahwa terselenggaranya festival tersebut merupakan hasil dari semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh pihak yang terlibat.

“Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, para sponsor, mitra, dan seluruh panitia yang telah memberikan kontribusi terbaiknya. Tanpa dukungan dan kerja sama dari semua pihak, Festival Budaya Riuh Rentak Siak Kecik 2026 ini tentu tidak akan dapat terlaksana dengan baik,” ujar Andika.

Menurutnya, pelaksanaan festival di tengah kondisi yang penuh dengan keterbatasan dan efisiensi menjadi tantangan tersendiri. Namun, kondisi tersebut justru membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berkarya.

“Di tengah masa-masa sulit dan serba efisiensi seperti saat ini, MCM ingin membuktikan bahwa efisiensi bukanlah halangan untuk berkarya. MCM adalah representasi dari sikap berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Dengan semangat kebersamaan itu, kita mampu menghasilkan sebuah karya dan pertunjukan yang mudah-mudahan dapat mengubah sudut pandang kita semua bahwa berkarya tetap bisa dilakukan, bahkan di tengah keterbatasan,” lanjutnya.

Andika berharap Festival Budaya Riuh Rentak Siak Kecik tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan pada tahun 2026 saja, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Terakhir, harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi kegiatan tahunan yang terus kita rawat bersama. Kami juga berharap Festival Budaya Riuh Rentak Siak Kecik dapat terdaftar dalam Kalender Event Kebudayaan Kabupaten Bengkalis, sehingga ke depannya festival ini dapat menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk terus menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kebudayaan Melayu kepada masyarakat luas,” tutup Andika.

​Dukungan penuh mengalir dari pihak korporasi. Humas PT Bumi Siak Pusako (BSP), Munasir, yang hadir mewakili pimpinan manajemen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya festival ini.

​”Kami dari manajemen PT Bumi Siak Pusako merasa bangga dan berterima kasih atas undangan ini. Inisiatif generasi muda MCM ini ibarat membangkit batang terendam—menghidupkan kembali akar budaya Melayu yang hampir tergerus zaman. PT BSP akan terus berkomitmen mendukung kegiatan positif yang memberi dampak nyata bagi kelestarian seni dan ekonomi masyarakat setempat,” tegas Munasir.

​Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, Hj. Khairani, S.E., M.M., menekankan pentingnya sinergi antara komunitas seni dan pemerintah daerah dalam menjaga identitas daerah.

​”Kebudayaan Melayu adalah benteng karakter bangsa yang wajib kita jaga bersama. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mendukung penuh gerakan ini. Kita ingin melihat Festival Riuh Rentak Siak Kecik tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut ‘berjilid-jilid’ hingga menjadi warisan budaya yang membanggakan Kabupaten Bengkalis,” tutur Hj. Khairani.

​Sebelum menutup acara secara resmi, PLT Camat Siak Kecil, Nicky Hatman Ramdani, S.E., menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus mengukuhkan komitmen pihak kecamatan untuk terus mengawal perhelatan tersebut.

​”Atas nama Pemerintah Kecamatan Siak Kecil, saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah mencurahkan energi serta kreativitasnya. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan pilar penting penegak marwah daerah. Kami siap mendukung penuh agar Festival Riuh Rentak Siak Kecik dapat konsisten digelar dan resmi menjadi ikon kebudayaan kebanggaan Siak Kecil di masa-masa mendatang,” ungkap Nicky dalam pidato penutupnya.

​Malam penutupan semakin semarak dengan rangkaian pertunjukan seni:

● ​Tari Kolosal: Penampilan tari masal yang dibawakan secara kolaboratif dan memukau oleh seluruh peserta festival.

● ​Hiburan Komedi: Aksi panggung Young Genyai (aktor utama film Genyai dan Kulub sekaligus merupakan dewan juri lomba lawak grub) yang sukses mengundang gelak tawa penonton.

●​ Seni Tari Spektakuler: Penampilan energik dari Sanggar Kumpulan Seni Permata Tari asal Pulau Rupat yang menyedot perhatian seluruh pengunjung.

​Melayu Culture Movement menutup perhelatan dengan menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme luar biasa dari masyarakat, sembari berkomitmen untuk terus konsisten merawat dan merekatkan kembali kejayaan Melayu Culture di tanah Siak Kecil.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *