Nyawa Dipertaruhkan di Jalan Kandis, Teuku Reyza: Anak-Anak Ini Diduga Dieksploitasi

Terpopuler891 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comSiak — Ketua Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) Riau, Teuku Reyza, menyoroti keberadaan anak-anak yang meminta sumbangan di badan Jalan Libo Baru Kilometer 4–6, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Ia menilai kondisi tersebut mengarah pada indikasi eksploitasi dan membahayakan keselamatan anak.

“Ini bukan sekadar persoalan sosial biasa. Ada indikasi eksploitasi anak. Mereka ditempatkan di ruang publik yang berisiko tinggi, di tengah arus kendaraan berat,” kata Reyza, Rabu, 29 Juli 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan sedikitnya tiga titik di sepanjang ruas jalan itu digunakan anak-anak untuk meminta sumbangan. Mereka terlihat duduk di tengah hingga tepi jalan, menyodorkan tangan kepada pengendara yang melintas.

Ruas Jalan Libo Baru dikenal sebagai jalur padat kendaraan, termasuk truk bertonase besar milik industri migas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Jalur ini juga menjadi akses utama masyarakat menuju wilayah Sontang dan sekitarnya.

Reyza menilai situasi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut. Ia mendesak pemerintah daerah, dinas sosial, serta aparat penegak hukum segera melakukan penanganan terpadu.

“Negara harus hadir. Jangan tunggu korban. Anak-anak ini mempertaruhkan nyawa setiap hari di jalan,” ujarnya.
Menurut dia, perlu ada langkah cepat untuk menertibkan aktivitas di lapangan sekaligus menelusuri kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan anak-anak tersebut.

“Harus diinvestigasi. Apakah ini murni karena tekanan ekonomi keluarga atau ada yang mengorganisir. Jika terbukti ada eksploitasi, penegakan hukum harus dilakukan,” kata Reyza.

Ia juga menekankan pentingnya pemulihan dan perlindungan terhadap anak-anak yang terlibat, termasuk memastikan mereka kembali ke lingkungan yang aman dan memperoleh akses pendidikan.

“Anak bukan alat mencari uang. Mereka harus dilindungi, dididik, dan dijamin masa depannya,” ujar Reyza.

Sementara itu, seorang pengguna jalan, Suheri, mengaku hampir setiap hari melihat aktivitas anak-anak tersebut saat melintas. Ia menilai kondisi itu sangat berbahaya karena jalan tersebut dilalui kendaraan besar.

“Sudah lama terjadi. Hampir setiap hari ada. Kendaraan besar lewat terus. Sangat berisiko,” kata dia.

Reyza kembali menegaskan, persoalan ini membutuhkan respons cepat dan serius dari semua pihak. “Ini ujian bagi kehadiran negara dalam melindungi anak,” ujarnya.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *