BILUNG SILAEN LAWAN OLIGARKI BADAN GIZI NASIONAL BUBARKAN SEKARANG JUGA ! REVOLUSI BUDAYA SOLUSI.

Terpopuler1941 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comJakarta: Ketua Umum POROS 98, Bilung Silaen, membongkar borok busuknya sistem negara hari ini. Ia menegaskan akar kebusukan ada pada partai politik yang sudah 100% dijajah dan disandera oligarki.

“Ini negara sudah rusak dari hulunya! Partai politik sudah bukan lagi alat perjuangan rakyat, tapi sudah jadi perusahaan milik oligarki. Ketua umum partai disandera pemodal. Kebijakan partai ditentukan oleh oligarki. Kalau partainya saja sudah jadi budak oligarki, bagaimana negara mau benar? Pasti ikut rusak dan hancur!” tegas Bilung Silaen dengan nada keras di Jakarta, Selasa (16/9/2026).

*MBG PROGRAM RUSAK TOTAL – BADAN GIZI SARANG KORUPTOR*

Bilung secara khusus menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ia sebut sebagai program rusak, gagal total, dan dipaksakan tanpa konsep matang.

“MBG itu rusak total. Saya bilang gagal total!”

*Pertama, Ekosistem Tidak Ada.* Rantai pasok tidak disiapkan. Petani lokal tidak dilibatkan sama sekali. Yang ada hanya impor dan penunjukan vendor-vendor oligarki. Rakyat hanya jadi penonton.

*Kedua, Standar Gizi Ngawur.* Ahli gizi tidak dilibatkan secara serius. Menu asal-asalan, yang penting kenyang, bukan bergizi. Anak-anak kita dikasih makan asal jadi, bukan makanan bergizi. Ini pembodohan!

*Ketiga, Bancakan Korupsi Baru.* Anggarannya triliunan, tapi nol transparansi. Dari pusat sampai desa jadi ajang bagi-bagi proyek MBG untuk kroni dan keluarga penguasa.

“Itu bukan program gizi, itu program bagi-bagi uang negara untuk oligarki. Dipaksakan jalan padahal dapurnya saja belum ada!” Tutur Bilung.

Bahkan Bilung mendesak Badan Gizi Nasional yang dibentuk Prabowo harus dibubarkan.

*”Badan Gizi Nasional yang dibentuk Prabowo hanya menjadi tempat kumpulan para koruptor yang maling uang rakyat. Badan Gizi Nasional harus DIBUBARKAN SEKARANG JUGA!!!”* tegas Bilung

*KOPERASI MERAH PUTIH: KOPERASI SILUMAN CIPTAAN OLIGARKI*

Tak kalah keras, Bilung membedah Koperasi Merah Putih yang ia sebut sebagai koperasi siluman dan koperasi jadi-jadian.

“Koperasi Merah Putih itu koperasi jadi-jadian. Koperasi yang lahir bukan dari kesadaran anggota, tapi dari perintah kekuasaan. Itu bukan koperasi, itu korporasi oligarki yang pakai baju koperasi. Koperasi siluman!” ungkap Bilung.

Menurut Bilung, ada tiga titik kebusukan Koperasi Merah Putih:

*1. Top Down dan Penuh Paksaan:* Koperasi yang benar lahir dari bawah, dari kebutuhan rakyat. Ini tidak. Ini dibentuk dari atas dengan instruksi, paksaan, dan target-targetan. Kepala desa ditekan, diancam harus bentuk. Ini pemaksaan dan penjajahan gaya baru di desa!

*2. Tidak Ada SDM dan Konsep Bisnis Jelas:* Mana konsep bisnisnya? Mana SDM koperasinya yang dilatih? Tidak ada! Dibentuk buru-buru, diresmikan buru-buru, tapi tidak ada yang tahu koperasi ini mau jual apa, kelola apa, untungnya dari mana. Akhirnya mangkrak, bangkrut, dan jadi beban baru bagi desa.

*3. Alat Politik dan Pencitraan Istana:* Koperasi Merah Putih hanya jadi alat politik dan alat pencitraan. Jumlahnya dibanyak-banyakin, tapi isinya kosong melompong. Hanya untuk laporan ke Presiden seolah-olah ekonomi desa bergerak, padahal omong kosong besar!

“MBG dan Koperasi Merah Putih itu dua contoh nyata program rusak yang dipaksakan. Belum siap tapi dipaksa jalan. Karena tujuannya bukan untuk rakyat, tujuannya untuk menyedot anggaran negara!” tegas Bilung.

Bilung menambahkan program lain seperti cek kesehatan gratis, janji 3 juta rumah, swasembada pangan dan janji lapangan kerja juga hanya omong kosong belaka.

“Semua omong kosong! Tidak ada desain besar. Tidak ada kerja serius. Yang ada hanya jargon, hanya omon-omon untuk menipu rakyat!”

*SOLUSI: REVOLUSI BUDAYA*

Untuk memperbaiki negara yang sudah rusak parah ini, Bilung menawarkan satu jalan terakhir: Revolusi Budaya.

“Tidak cukup ganti presiden, tidak cukup ganti partai. Sistemnya sudah dikunci total oleh oligarki. Satu-satunya jalan adalah Revolusi Budaya. Revolusi untuk menghancurkan budaya transaksional, budaya pragmatis, budaya menjilat oligarki yang sudah mendarah daging!”

“Revolusi Budaya adalah mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat. Mengembalikan politik sebagai pengabdian, bukan sebagai ladang bisnis oligarki. Tanpa Revolusi Budaya, Indonesia akan terus rusak dan akan hancur!” pungkas Bilung.

(Rls/Blg)

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *