Bupati Siak: Syair Perang Siak Warisan Sejarah, Dorong Pemanfaatan Naskah Melalui Digitalisasi.

Kab. Siak757 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.com – Siak – Sertifikat Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026 untuk naskah kuno “Syair Perang Siak” akhirnya tiba di Kabupaten Siak melalui prosesi penyambutan dan syukuran yang digelar di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak.

Bupati Siak Afni Z saat menyambut di LAMR Siak bersyukur dan bangga naskah syair perang Siak tata bahasanya yang mengandung makna dalam itu, diakui negara melalui penetapan IKON oleh Perpustakaan Nasional.

“Alhamdulillah, siang hari ini kita menyaksikan sebuah momentum yang sangat bersejarah. Sertifikat Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026 untuk naskah kuno Syair Perang Siak secara resmi kita sambut dan kita jejakkan di Balai Sultan Yahya, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Siak yang kita cintai ini,” kata Bupati Afni, di Gedung LAMR Kabupaten Siak, Jumat (25/9/2026).

Ia mengatakan keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan banyak pihak. Berkat semangat pemerintah daerah, LAMR, akademisi, tenaga ahli, dan masyarakat hingga tokoh adat, “Syair Perang Siak” memperoleh pengakuan sebagai Ingatan Kolektif Nasional.

“Penetapan IKON ini bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal untuk program pemanfaatan naskah secara luas, baik melalui pendidikan, digitalisasi, maupun atraksi seni budaya,” ujarnya.

Afni berharap upaya pelestarian Syair Perang Siak terus berlanjut hingga mendapat pengakuan yang lebih luas. Ia menilai potensi memori kolektif di bumi Siak ini tidak hanya sebatas IKON dari Perpusnas RI saja.

“Target kita harus lebih tinggi. Kita akan usahakan agar Syair Perang Siak melangkah menuju pengakuan dunia sebagai Memory of the World (MoW) dari UNESCO. Potensi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Negeri kita ini seluas saujana memandang,” kata Afni.

Bunda Literasi Kabupaten Siak itu, juga meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Siak lebih giat mengusulkan warisan dokumenter lainnya. Menurutnya, Siak masih memiliki banyak arsip dan dokumen bersejarah yang layak mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Setelah kegiatan syukuran, sertifikat IKON kemudian diarak menuju Museum Istana Asserayah Al-Hasyimiah untuk disimpan sebagai bagian dari warisan sejarah Kabupaten Siak dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Di sanalah ia akan tersimpan rapi, dibaca oleh generasi masa kini, dan diwariskan kepada anak cucu kita kelak. Mari kita terus melangkah dengan bergandengan tangan, mewujudkan Siak yang harmonis dan melayu yang lestari,” pungkasnya.

(Rahma/MC Siak)

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *