FRIC KEPRI : PASIFIC CLUB DIDUGA KEBAL HUKUM AKHIRNYA PADAM !!

Hukum & Kriminal810 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comBatam — Padamnya aliran listrik secara mendadak di kawasan Hotel Pacific Batam, Jumat malam (11/09/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, tidak sekadar menimbulkan kepanikan di kalangan tamu dan pengunjung. Peristiwa tersebut kini memunculkan sejumlah pertanyaan serius yang menurut Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Kepulauan Riau harus dijawab secara terbuka oleh pihak terkait.

Pemadaman dilaporkan terjadi di sejumlah bagian kawasan, mulai dari lobi hotel, koridor dan kamar tamu, area tempat hiburan Pacific/VG Discotheque, hingga kawasan pujasera.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa kawasan Pacific tiba-tiba gelap sementara sejumlah bangunan di sekitar lokasi tetap terang dan beroperasi normal?

Pejabat FRIC KEPRI, Hendri, menilai kondisi tersebut tidak boleh begitu saja dianggap sebagai gangguan teknis biasa sebelum penyebabnya benar-benar dijelaskan.

«“Kami mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Kalau memang gangguan PLN, harus jelas. Kalau gangguan instalasi internal, juga harus dijelaskan. Jangan sampai masyarakat hanya disuruh menerima alasan ‘mati lampu’ tanpa mengetahui sumber persoalannya,” tegas Hendri.»

Menurut FRIC KEPRI, pertanyaan tersebut semakin penting karena kawasan Pacific bukan hanya hotel, tetapi juga terdapat tempat hiburan malam dan aktivitas usaha lainnya yang masih dipenuhi pengunjung pada saat listrik padam.

FRIC: JANGAN SAMPAI PEMADAMAN MENJADI TABIR

Hendri menegaskan, FRIC KEPRI tidak ingin membuat kesimpulan tanpa bukti. Namun, justru karena terdapat berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik terkait aktivitas tempat hiburan malam di kawasan tersebut, maka peristiwa pemadaman listrik ini layak diperiksa secara serius.

«“Kami tidak menuduh siapa pun. Tetapi kami juga tidak mau publik dibungkam dengan jawaban sederhana bahwa ini hanya mati listrik. Ketika sebuah kawasan yang memiliki aktivitas tempat hiburan malam tiba-tiba gelap total sementara kawasan di sekitarnya tetap menyala, tentu publik berhak bertanya,” ujar Hendri.»

FRIC KEPRI juga mempertanyakan apakah seluruh sistem kelistrikan kawasan Pacific menggunakan pasokan PLN secara langsung, memiliki jaringan internal tersendiri, atau menggunakan genset sebagai sumber listrik cadangan.

Jika genset tersedia, pertanyaan berikutnya sederhana:

Mengapa fasilitas tersebut tidak segera mendapatkan penerangan cadangan?

Apakah genset tidak bekerja?

Apakah terdapat gangguan pada panel atau instalasi internal?

Ataukah memang terdapat persoalan lain yang belum disampaikan kepada publik?

LEBIH SERIUS: BAGAIMANA DENGAN KEAMANAN PENGUNJUNG?

Pemadaman total pada fasilitas yang sedang ramai bukan perkara sepele.

Kegelapan dapat mengganggu sistem keamanan, CCTV, akses keluar-masuk, penerangan jalur evakuasi, sistem alarm, lift, hingga keselamatan tamu dan pengunjung apabila terjadi keadaan darurat.

FRIC KEPRI mempertanyakan apakah pada saat kejadian seluruh sistem keselamatan gedung dan tempat hiburan tetap berfungsi.

«“Kalau benar sistem listrik padam total, bagaimana dengan CCTV? Bagaimana penerangan jalur evakuasi? Bagaimana sistem keamanan? Bagaimana kalau ada orang terjebak di lift? Ini bukan sekadar soal lampu menyala atau mati. Ini menyangkut keselamatan manusia,” tegas Hendri.»

ISU NARKOBA JANGAN DIABAIKAN

FRIC KEPRI juga mengingatkan bahwa kawasan tempat hiburan malam tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik terkait dugaan peredaran narkoba.

Namun FRIC menegaskan bahwa isu tersebut harus dibedakan dengan peristiwa pemadaman listrik yang terjadi Jumat malam. Pemadaman tidak boleh serta-merta dikaitkan sebagai bagian dari aktivitas ilegal tanpa adanya bukti.

Justru karena pernah muncul sorotan mengenai dugaan peredaran narkoba di lingkungan tempat hiburan malam, FRIC KEPRI meminta aparat penegak hukum dan instansi berwenang tidak menutup mata terhadap setiap informasi dan kejadian yang terjadi di kawasan tersebut.

«“Kalau selama ini ada kesan tempat hiburan tertentu kebal hukum, kami mempertanyakan dasar kesan itu. Siapa yang mengawasi? Siapa yang memberikan izin? Siapa yang melakukan pengawasan terhadap narkoba dan keamanan? Dan kalau memang tidak ada pelanggaran, buktikan kepada publik melalui pengawasan yang transparan,” kata Hendri.»

Menurut FRIC KEPRI, tidak boleh ada tempat hiburan yang merasa berada di atas hukum, siapa pun pemilik, pengelola, maupun pihak yang berada di belakangnya.

PACIFIC HARUS TERANG — BUKAN HANYA LAMPU YANG HARUS MENYALA

FRIC KEPRI meminta pihak manajemen Pacific memberikan penjelasan resmi mengenai:

1. Apa penyebab listrik padam sekitar pukul 23.30 WIB?
2. Apakah pemadaman berasal dari PLN atau instalasi internal kawasan Pacific?
3. Berapa lama pemadaman berlangsung?
4. Apakah genset cadangan tersedia dan berfungsi?
5. Apakah CCTV dan sistem keamanan tetap bekerja?
6. Apakah sistem penerangan jalur evakuasi tetap berfungsi?
7. Apakah terdapat gangguan pada panel atau instalasi listrik internal?
8. Bagaimana prosedur keselamatan pengunjung ketika listrik padam?
9. Apakah terdapat pemeriksaan atau investigasi internal setelah kejadian?
10. Apakah pihak berwenang telah mengetahui dan memeriksa kejadian tersebut?

FRIC KEPRI juga meminta instansi terkait, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam ketenagalistrikan, keselamatan bangunan, perizinan usaha dan pengawasan tempat hiburan, untuk tidak sekadar menunggu laporan dari pengelola.

HENDRI: KALAU TIDAK ADA MASALAH, BUKTIKAN!

Hendri menegaskan bahwa FRIC KEPRI siap menerima klarifikasi apa pun dari pihak manajemen maupun instansi terkait sepanjang disampaikan secara terbuka dan dapat diverifikasi.

«“Kami tidak sedang mencari-cari kesalahan. Kami sedang meminta transparansi. Kalau memang hanya gangguan teknis, jelaskan secara terbuka. Kalau ada kerusakan instalasi, katakan. Kalau PLN yang bermasalah, sampaikan. Tetapi kalau ada persoalan lain, jangan ditutup-tutupi,” tegasnya.»

Ia menambahkan, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui apakah sebuah tempat usaha yang menampung ratusan orang telah memenuhi standar keselamatan dan pengawasan yang seharusnya.

“Pacific boleh gelap karena listrik padam. Tetapi jangan sampai persoalan hukumnya ikut dibuat gelap,” pungkas Hendri.

Hingga rilis ini diterbitkan, FRIC KEPRI masih menunggu penjelasan resmi dari pihak manajemen Hotel Pacific Batam maupun instansi terkait mengenai penyebab pemadaman dan kondisi sistem keselamatan selama kejadian.

FRIC KEPRI menegaskan: tidak ada tempat hiburan yang boleh kebal hukum. Jika semuanya bersih, buka dan jelaskan. Jika ada persoalan, proses sesuai hukum.

PACIFIC PADAM — PUBLIK BERTANYA: APA YANG SEBENARNYA TERJADI?

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *