Hari Kedua Operasi Karhutla Rimbo Panjang: Kapolres Kampar Pimpin 70 Personel Gabungan Padamkan Api di Lahan Gambut 3 Hektar

Polri673 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comKampar – Operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, memasuki hari kedua pada Jumat (11/9/2026).

Dipimpin langsung oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, tim gabungan menindaklanjuti titik api yang berkobar di Jalan UKA, Dusun II, RT/RW 001/002, dengan perjuangan berat menghadapi lahan gambut yang dalam dan keterbatasan sumber air.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB, berjarak sekitar 12 kilometer dari Markas Polsek Tambang. Titik kebakaran berada pada koordinat 0°28’11″N 101°19’33″E (0.469782, 101.325940), membakar lahan seluas ± 3 hektar berupa semak belukar di atas tanah gambut setebal sekitar 1 meter. Status lahan merupakan klaim masyarakat, sementara identitas pemilik masih dalam tahap penyelidikan.

Hadir memimpin operasi bersama Kapolres, Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, para Pejabat Utama Polres Kampar, Kapolsek Tambang, serta puluhan personel dari unsur Polri, TNI, BPBD, dan Manggala Agni. Secara keseluruhan, dikerahkan 70 orang — 41 personel Polri, 8 personel TNI, 11 personel BPBD, dan 10 personel Manggala Agni.

Dukungan peralatan dikumpulkan secara maksimal: 13 unit kendaraan roda empat, 20 unit roda dua, mesin pemadam berbagai tipe, puluhan gulung selang ukuran besar hingga kecil, 14 unit nozzle jarum, 5 unit Mini Strike Manggala Agni, 2 unit GS Power, alat berat ekskavator, serta 2 unit embung terpal. Sumber air mengandalkan parit yang berjarak ±150 meter dari titik api dan mobil tangki air dari HKI — keterbatasan yang menuntut efisiensi tinggi dalam setiap tetes air yang disiramkan.

“Kita tidak boleh menyerah. Lahan gambut ini bisa menyimpan bara di kedalaman tanah dan menyala kembali kapan saja. Kita harus memastikan setiap jengkal tanah benar-benar dingin,” tegas Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K. di lokasi TKP.

Tantangan terbesar di lapangan adalah kedalaman lapisan gambut yang mencapai 1 meter, membuat api dapat menyusup ke bawah permukaan dan sulit dideteksi secara visual. Di samping itu, ketersediaan air yang terbatas menjadi ujian efektivitas operasi. Menghadapi hal tersebut, tim tidak hanya melakukan penyiraman, tetapi juga membangun 4 embung di lokasi kebakaran untuk memperpendek jangkauan air, membuat sekat api guna mencegah perambahan, serta memadamkan titik api satu per satu secara teliti.

Menjelang pukul 17.30 WIB, sebagian besar area seluas 3 hektar berhasil dipadamkan. Meski demikian, masih ditemukan sisa-sisa asap yang mengindikasikan potensi kembalinya api. Tim tetap meninggalkan personel dalam keadaan siaga dan akan melanjutkan pendinginan pada hari berikutnya hingga dipastikan benar-benar aman.

Kegiatan berlangsung tertib dan aman. Seluruh elemen berkomitmen untuk terus bersinergi hingga Karhutla di wilayah tersebut benar-benar terkendali. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan titik api atau aktivitas mencurigakan ke nomor layanan 110.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *