Ketua GERMAS PPA Riau, Teuku Reza Kecam Kasus Kekerasan Anak yang Diduga Dilakukan Oleh Oknum Dishub Pekanbaru IS, Minta Unit PPA Polresta Pekanbaru Segera Memproses

Brimob - Polri1453 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comPekanbaru: Kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi. Seorang remaja putra berusia 14 tahun, berinisial MI, yang beralamat di Jalan Rindang, Komplek PU, No. 18, RT. 001, RW. 12, Tangkerang Labuai, Bukit Raya, Kota Pekanbaru, menjadi korban kekerasan oleh Oknum Pegawai Dishub Kota Pekanbaru berinisial IS.

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 3 Maret 2026 yang lalu, sekitar pukul 01.30 WIB. Jumat (4/9/2026)

Kepada awak media, orang tua korban (Bapak) yang berinisial FY didampingi Istrinya RR, kepada awak media menerangkan bahwa dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Pekanbaru.

Hal itu tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), No:LP/B/280/III/2026/SPKT/POLRESTA PEKANBARU/ POLDA RIAU.

 

” Ya, kami sudah melaporkan kejadian yang menimpa putra kami MI, anak kami dianiaya oleh Oom kandungnya sendiri berinisial IS, yang merupakan Oknum Pegawai Dishub Kota Pekanbaru, dan Saya juga melaporkan Oknum Brimob Polda Riau berinisial Iptu. R, karena R telah melakukan pemukulan terhadap Saya”, ungkap FY.

Jadi yang kami laporkan ke Pihak Polresta Pekanbaru, ada dua, yakni IS, karena melakukan kekerasan terhadap anak kami dan Iptu. R, karena melakukan pemukulan terhadap Saya, ungkap FY.

Saya berharap kepada pihak Polresta Pekanbaru khususnya kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru agar menindaklanjuti laporan dari kami, karena sudah hampir 5 bulan, belum ada titik terang nya atau kepastian hukum.

Sebelumnya, FY menyebutkan bahwa sudah melakukan mediasi kepada IS dan Iptu. R, namum belum ada titik terangnya, yang membuat kami sebagai orang tua sedih adalah IS dan R tidak mengakui perbuatannya.

“Kami mau kasus ini lanjut, agar menjadi efek jera terhadap IS dan R, perbuatan IS dan R kepada kami sudah kelewat batas, dan R sudah Saya laporkan propam Polda Riau dan R diberikan Sangsi, namun kok tidak ditahan? Bahkan dengan arogan nya R pernah berkata bahwa dirinya kebal hukum, kata FY”.

Kemudian, pada kasus Kekerasan yang dialami oleh anak kami MI, kok belum juga diproses? Anak kami saat ini mengalami trauma, kami sekeluarga pun setiap hari dihantui rasa takut, untuk itu kami meminta keadilan agar kedua pelaku segera diproses sesuai hukum yang ada di negara kita, imbuh FY.

GERMAS PPA Riau Soroti Kasus Kekerasan Terhadap Anak:

Terkait hal tersebut, Ketua Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) Riau, Teuku Reza, saat mendampingi orang tua MI, kepada awak media menyebutkan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh oknum pegawai Dishub Kota Pekanbaru inisial IS, tentunya sangat mencoreng nama institusi yang dinaungi nya.

Seharusnya sikap IS, mendidik dan beradab apalagi IS merupakan Oom kandung korban MI, IS yang merupakan Oknum Pegawai Pemerintah, seharusnya menjadi contoh baik untuk masyarakat, Negara dan keluarga, pungkas T. Reza.

Untuk itu, kami meminta kepada pihak Polresta Pekanbaru khusus unit PPA, agar segera menindaklanjuti laporan dari orang tua korban.

Kami dari GERMAS PPA Riau, akan terus mengawal kasus ini agar proses penegakan hukum berjalan dengan adil dan Kami akan terus memberikan dukungan moral serta pendampingan bagi korban kekerasan terhadap anak, tutup T. Reza.

Catatan Redaksi:

Informasi terakhir yang kami dapatkan bahwa, proses hukum dalam kasus ini telah berjalan di Polresta Pekanbaru Unit PPA dan orang tua korban diduga dipanggil untuk memberikan keterangan oleh penyidik PPA Polresta Pekanbaru.

Media ini akan membuka ruang kepada IS dan Iptu. R, untuk melakukan klarifikasi, agar pemberitaan yang telah terbit lebih berimbang dan tidak tendensius.

Diketahui, IS dan Iptu. R, merupakan saudara kandung/ Abang dari FY.

Kasus ini menambah daftar kekerasan terhadap anak di Pekanbaru, Polisi mengaku masih mendalami motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Bersambung….

(Tim/Red*)

 

 

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *