Filosofi Demokrasi Dalam Kebudayaan Bugis di Tanah Rantau

Terpopuler2360 Dilihat

Oleh: Munawir Mattareng

🇲🇨✌️Mentengnews.comPekanbaru: Penulis kembali menemukan fakta menarik pada salah satu kebudayaan suku yang ada di Indonesia, tepatnya suku Bugis di Sulawesi Selatan. Fakta menarik tersebut masih berkaitan dengan kesesuaian demokrasi dengan kebudayaan suku di negeri ini, diantaranya suku Bugis.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, sebanyak 16.21% masyarakat suku Bugis merantau di berbagai pelosok Indonesia, dan terbanyak ada di Pulau Kalimantan.

Suku Bugis, salah satu suku terbesar di Indonesia, terkenal dengan semangat maritim dan tradisi merantaunya yang kuat, sehingga masyarakat Bugis banyak yang merantau, bahkan bertempat tinggal di luar pulau Sulawesi.

Dikutip dari situs resmi BPS Sulsel, mayoritas penduduk Bugis memang berada di Sulawesi (72,61%), tapi jejak mereka tersebar luas:

Tujuan merantau terbesar ada di Pulau Kalimantan dengan persentase 16,80%, kemudian di Pulau Sumatra 5,03%, Maluku dan Papua 3,18%, Jawa 1,53% dan Bali & Nusa Tenggara 0,84%.

Artinya, Suku Bugis tersebar di berbagai pelosok Indonesia. “Lebih dari 16% penduduk Bugis memilih merantau, menjadikan mereka pelopor di berbagai pelosok Indonesia,” demikian tertulis di Instagram resmi BPS Sulsel.

Pilar Utama Filosofi Bugis:

1. Siri’ (Harga Diri/Malu): Prinsip fundamental yang mengajarkan rasa malu berbuat tercela dan kehormatan diri, menjaga martabat diri, keluarga, dan masyarakat, bahkan rela berkorban nyawa demi harga diri.

2. Pesse (Solidaritas/Empati): Rasa kebersamaan, rela berkorban, dan empati mendalam terhadap sesama, memperkuat persatuan dan saling melindungi.

3. Getteng (Keteguhan/Konsistensi): Sikap teguh pada pendirian, tidak ragu-ragu, jujur, dan berani membela kebenaran, tanpa kompromi.

4. Lempu (Kejujuran): Berkata dan berbuat sesuai realitas, jujur, adil, dan bertanggung jawab, menyelaraskan niat, perkataan, dan perbuatan.

5. Ada’ Tongeng (Kata yang Benar): Mengucapkan kebenaran tanpa rekayasa, menjadi jaminan harga diri dan kepercayaan.

6. Taro Ada’ Taro Gau’ (Satu Kata, Satu Perbuatan): Keselarasan antara ucapan dan tindakan, melambangkan integritas dan loyalitas.

Kesimpulannya Bugis di tanah rantau adalah tentang tradisi merantau yang kuat, didorong oleh semangat Pasompe (pelaut/perantau), mencari penghidupan, membangun kejayaan ekonomi, serta menyebarkan budaya dan peradaban, menjadikan Bugis pelaut ulung yang tersebar dari Nusantara hingga Australia, meninggalkan jejak di berbagai sektor penting dengan membawa nilai harga diri, kerja keras, dan kebersamaan.

Penulis adalah Humas IPSS (Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan) Provinsi Riau.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *