🇮🇩✌️Mentengnews.com – Dumai: Panglima Muda Laskar Hulubalang Melayu Bersatu Kota Dumai mengingatkan seluruh pihak, khususnya para pengusaha yang datang dari luar daerah, agar tidak membawa budaya yang bertentangan dengan adat dan istiadat masyarakat setempat ke wilayah Dumai.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul maraknya warung-warung di pinggir jalan yang menjual minuman tuak dengan diiringi musik serta menghadirkan pekerja wanita. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keamanan masyarakat.
Panglima Muda Laskar Hulubalang Melayu Bersatu Kota Dumai menegaskan bahwa tradisi minum tuak dengan iringan musik dan hiburan semacam itu bukan merupakan budaya yang lahir dan tumbuh di tanah Melayu, khususnya di Kota Dumai. Mereka menilai praktik tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai adat dan norma sosial yang dijunjung tinggi masyarakat Melayu.
“Di tanah Melayu tidak ada budaya minum tuak dengan diiringi musik dan ditemani pekerja wanita. Ini jelas bukan budaya yang berasal dari Dumai,” ujar Panglima Muda organisasi tersebut dalam keterangannya.
Pihaknya juga mengingatkan para pelaku usaha dari luar daerah agar menghormati kearifan lokal serta tidak mendatangkan kebiasaan sehari-hari yang dinilai dapat merusak citra kota. Menurut mereka, menjaga ketertiban dan keharmonisan sosial merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Laskar Hulubalang Melayu Bersatu Kota Dumai berharap pemerintah daerah dan aparat terkait dapat melakukan penertiban terhadap warung-warung yang dinilai melanggar norma serta berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, demi menjaga wajah Dumai sebagai kota yang berlandaskan nilai adat dan budaya Melayu.











