Polres Pelalawan Resmi Gunakan Tanjak dan Selempang: Sinergi Penegakan Hukum dan Kearifan Lokal

Polri1650 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comPelalawan: Dalam upaya memperkuat identitas budaya dan pendekatan humanis kepada masyarakat, Kapolres Pelalawan, AKBP Jhon Louis Letedara, S.I.K., memimpin apel launching penggunaan Tanjak dan Selempang bagi personel Polres Pelalawan. Kegiatan ini berlangsung khidmat di halaman Mapolres Pelalawan pada Jumat (20/02/2026) pagi.

​​Penyematan secara simbolis dilakukan oleh Kapolres kepada perwakilan Polisi Laki-laki (Polki) berupa pemasangan Tanjak, dan kepada Polisi Wanita (Polwan) berupa pemasangan Selempang. Prosesi ini disaksikan langsung oleh jajaran pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Pelalawan serta Pejabat Utama (PJU) Polres Pelalawan.

​Dalam amanat Kapolda Riau yang dibacakannya, AKBP Afrizal menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam melestarikan kearifan lokal. Menurutnya, penggunaan atribut adat ini memiliki makna filosofis yang sangat mendalam.

​”Tanjak bukan sekadar atribut, melainkan simbol marwah, kedewasaan sikap, dan ketegasan karakter. Sementara Selempang melambangkan amanah yang dipikul di pundak setiap personel untuk dijalankan dengan kejujuran dan keteguhan,” ujar Kapolres.

​Ia menambahkan bahwa integrasi atribut budaya ini menegaskan dua dimensi tanggung jawab anggota Polri:

​Tanggung Jawab Konstitusional: Sebagai aparat penegak hukum yang profesional.

​Tanggung Jawab Kultural: Sebagai bagian dari masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi adab.

​Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa pendekatan berbasis budaya (cultural approach) adalah strategi efektif untuk membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Dengan menjunjung tinggi prinsip “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” Polri diharapkan semakin mendapat legitimasi dan kepercayaan publik (public trust).

​”Profesionalitas dan kearifan lokal bukanlah dua hal yang berlawanan. Justru keduanya saling menguatkan untuk menciptakan Kamtibmas yang kondusif di Bumi Lancang Kuning, khususnya di Kabupaten Pelalawan,” tegasnya.

​Langkah inovatif ini mendapat sambutan hangat dari tokoh adat. Timbalan I Ketua Harian DPH LAM Kabupaten Pelalawan, Datuk H. Jasfaar, menyatakan rasa bangganya atas inisiatif Polda Riau dan Polres Pelalawan.

​”Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Penggunaan tanjak dan selempang oleh personel Polri akan menambah wibawa sekaligus pengingat akan tanggung jawab sosial mereka. Ini adalah bentuk penghormatan yang luar biasa terhadap adat Melayu,” ungkap Datuk H. Jasfaar.

​Kegiatan diakhiri dengan harapan agar seluruh personel Polres Pelalawan tetap menjaga integritas dan memberikan pelayanan publik yang responsif, adil, serta tetap selaras dengan nilai-nilai etika dan budaya setempat.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *