🇮🇩✌️Mentengnews.com – Pekanbaru – Keberhasilan Aprianto, S.H., melewati Ujian Profesi Advokat (UPA) 2026 menjadi babak baru bagi Ketua DPD PWMOI Pekanbaru ini dalam memperjuangkan keadilan.
Kabar baik menyelimuti keluarga besar Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Kota Pekanbaru. Aprianto, S.H., sosok yang selama ini dikenal vokal memimpin DPD PWMOI Kota Pekanbaru, resmi dinyatakan lulus dalam Ujian Profesi Advokat (UPA) tahun 2026.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Panitia UPA Nomor: KEP.003/PUPA-PERADI/VIII/2026 yang digelar di bawah naungan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI pimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M.
Sekretaris DPD PWMOI Pekanbaru, Daeng Johan bersama Bendahara DPD PWMOI, Jasril RZ, mewakili keluarga besar DPD PWMOI Pekanbaru mengatakan, pencapaian ini bukan sekadar prestasi akademik atau formalitas profesi, melainkan amunisi baru bagi organisasi.
Ia melihat potensi besar di pundak Aprianto untuk menjadi ‘perisai’ bagi para jurnalis yang kerap bersinggungan dengan persoalan hukum saat menjalankan tugas profesinya di lapangan.
“Selamat untuk Ketua PWMOI Pekanbaru Bung Aprianto, semoga profesinya bermanfaat untuk masyarakat. Jangan pernah lelah untuk terus berbuat kepada masyarakat,” ujar Daeng Johan, kepada media, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Daeng Johan menekankan bahwa kontribusi nyata berupa bantuan hukum gratis bagi pengurus dan wartawan PWMOI adalah harapan besar yang kini dititipkan kepada Aprianto.
Aprianto sendiri bukan orang baru dalam dunia pergerakan sosial di Pekanbaru. Meski tengah berjibaku merampungkan pendidikan Pascasarjana (S2) di Universitas Islam Riau (UIR), Politisi yang pernah maju caleg dari Partai Gerindra 2019 dan Maju caleg Partai Nasdem 2024 ini tetap konsisten turun ke akar rumput.
Namanya harum sebagai inisiator layanan ambulans gratis 100% dari seluruh biaya apapun yang telah banyak membantu warga kurang mampu di Pekanbaru.
Kehadiran Aprianto di dunia advokat diprediksi akan membawa warna baru. Dengan latar belakangnya sebagai aktivis media dan politisi, ia memiliki perspektif yang luas dalam melihat ketimpangan hukum.
Fokusnya pada bantuan hukum gratis bagi masyarakat kecil dan rekan sejawat jurnalis menjadi bukti bahwa gelar baru ini adalah alat perjuangan, bukan sekadar pajangan di balik meja kerja.
(Humas PWMOI Pekanbaru)













