KABUT ASAP KEMBALI SELIMUTI RIAU, WAKIL KETUA HIMAKOM UNIVERSITAS ABDURRAB: JANGAN BIARKAN MASYARAKAT MENJADI KORBAN

Pendidikan722 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.com – Pekanbaru, 9 Oktober 2026 — Kondisi kabut asap yang kembali dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Riau menjadi perhatian serius.

Asap yang diduga merupakan kiriman dari wilayah lain menunjukkan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dapat dilihat hanya sebagai persoalan daerah tertentu, tetapi harus menjadi perhatian bersama lintas wilayah.

Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Abdurrab, Radhitya Nugraha Pratama, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat Riau tidak seharusnya terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari persoalan asap yang berasal dari luar wilayah.

“Masyarakat Riau berhak mendapatkan udara yang bersih dan sehat. Kalau memang kabut asap ini merupakan kiriman dari wilayah lain, maka persoalannya tidak boleh dianggap sebagai masalah Riau saja. Ini adalah persoalan bersama yang membutuhkan koordinasi dan tindakan nyata lintas daerah,” ujar Radhitya Nugraha Pratama.

Ia menilai pemerintah perlu memperkuat koordinasi dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla, terutama ketika asap mulai berdampak terhadap kualitas udara di wilayah Riau.

Selain berdampak terhadap lingkungan, kabut asap juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, pendidikan, transportasi, serta kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Radhitya juga mendorong pemerintah untuk tidak hanya bergerak ketika kabut asap sudah terjadi. Upaya pencegahan dan pengawasan terhadap potensi kebakaran harus dilakukan secara konsisten, termasuk memperkuat komunikasi antarwilayah agar sumber persoalan dapat segera ditangani.

“Jangan sampai masyarakat hanya diminta memakai masker ketika asap sudah datang. Yang lebih penting adalah bagaimana sumber asapnya ditangani dan bagaimana pemerintah memastikan kejadian seperti ini tidak terus berulang,” tegasnya.

Sebagai bagian dari lingkungan akademik dan organisasi mahasiswa, Radhitya menegaskan bahwa mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan kepentingan masyarakat serta meningkatkan kesadaran publik terhadap persoalan lingkungan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, serta pihak terkait untuk bersama-sama mengawal persoalan kualitas udara dan penanganan karhutla di Riau.

“Kita tidak boleh menganggap kabut asap sebagai sesuatu yang biasa. Udara bersih adalah hak masyarakat. Pemerintah harus hadir, masyarakat harus peduli, dan mahasiswa harus ikut mengawal,” tutup Radhitya Nugraha Pratama.

Radhitya Nugraha Pratama
Wakil Ketua HIMAKOM Universitas Abdurrab

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *