🇮🇩✌️Mentengnews.com – Siak: Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan pondok pesantren kini tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat belajar ilmu agama. Menurutnya, pesantren juga mampu melahirkan santri yang kreatif, inovatif, dan berprestasi di berbagai bidang sebagai bekal membangun daerah dan bangsa.
Pesan itu disampaikan Afni saat menutup rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) Kabupaten Siak 2026 yang ditandai dengan penyerahan piala kepada para pemenang berbagai perlombaan di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Sabtu (24/10/2026).
“Luar biasa. Jangan sepelekan pondok pesantren. Sekarang pesantren itu multitalenta. Tidak hanya mendidik untuk akhirat, tapi juga untuk dunia, penuh dengan kreasi dan inovasi,” tegas Afni.
Bagi Afni, Hari Santri menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berprestasi di berbagai bidang. Melalui kegiatan ini, para santri dapat saling bersilaturahmi, sekaligus menampilkan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Ia berharap semangat tersebut terus tumbuh melalui peringatan Hari Santri berikutnya.
“Saya rasa ini adalah perayaan Hari Santri perdana yang digelar meriah di Siak. InsyaAllah Hari Santri ini akan kita baguskan lagi setiap tahun. Tidak perlu bermewah-mewah, yang penting kompak semuanya,” katanya
Pada kesempatan itu, Pondok Pesantren Jabal Nur Kandis berhasil meraih juara umum Hari Santri Nasional Kabupaten Siak 2026. Selain piala juara umum, penghargaan juga diberikan kepada para peraih Juara I, II, III, Harapan I, dan Harapan II pada delapan cabang lomba, yakni Cerdas Cermat, Hadroh, Lalaran, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Bola Voli, Tenis Meja, dan Sepak Takraw.
Prestasi yang diraih menjadi salah satu bukti bahwa santri mampu menunjukkan kemampuan dan daya saing di berbagai bidang. Hal itu sekaligus memperlihatkan bahwa pondok pesantren terus berkembang sebagai tempat lahirnya generasi yang berprestasi.
Afni juga mengapresiasi seluruh santri yang telah mengikuti rangkaian Hari Santri Nasional 2026. Menurutnya, piala hanyalah bentuk penghargaan, sedangkan yang jauh lebih penting adalah semangat belajar, inovasi, kerja keras, dan kekompakan yang dibangun selama menimba ilmu di pesantren.
“Bagi yang menang, Ibu ucapkan tahniah. Mungkin hadiahnya tidak seberapa, tetapi prestasi, inovasi dan kekompakan kalian sebagai santri itu nilainya jauh lebih besar,” ujarnya.
Suasana penyerahan piala berlangsung hangat dan penuh keakraban. Afni bahkan mengajak ribuan santri berdialog dengan penuh semangat. “Kira-kira tahun depan kita gelar lagi atau tidak? Masih semangat? Tahun depan kita ketemu lagi?” serunya. Pertanyaan itu langsung disambut sorak semangat dari ribuan santri yang berharap Hari Santri kembali digelar dengan lebih meriah pada tahun mendatang.
Penyerahan piala tersebut sekaligus menutup rangkaian Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Siak. Ribuan santri mengikuti upacara peringatan, Kirab Santri hingga berbagai perlombaan/pertandingan yang menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang untuk mengembangkan bakat dan potensi para santri.
Menutup sambutannya, Afni mengingatkan para santri agar terus semangat menuntut ilmu dan menjaga nilai-nilai yang telah dipelajari di pesantren sebagai bekal menjalani kehidupan. Menurutnya, menjadi bekal penting untuk memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus ikut membangun daerah di masa depan.
“Ingat, di dalam ibadah kalian, sambil sekolah kalian ini semuanya adalah fisabilillah. Kalian adalah orang-orang penuntut ilmu,” tutup Afni.













